Perluas Jejaring Global, UIN Ar-Raniry Teken MoU dengan ALKU Turki
- UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani MoU dengan Alanya Alaaddin Keykubat University (ALKU) Turki untuk memperkuat kerja sama pendidikan, riset, dan pengembangan SDM.
- Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus guna meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, serta mobilitas dosen dan mahasiswa menuju World University Rankings.
- Penandatanganan berlangsung dalam forum University-to-University Meeting pada rangkaian Turkish Universities Fair 2026 yang diikuti puluhan universitas Turki.
, Jakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi menjalin kerja sama internasional dengan Alanya Alaaddin Keykubat University (ALKU), Turki.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag dan Rektor ALKU Prof. Dr. Kenan Ahmet Turkdogan dalam forum University-to-University (U2U) Meeting antara perguruan tinggi Indonesia dan Turki. Kegiatan berlangsung di Ruang Heritage Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari rangkaian Turkish Universities Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Edutolia Education bersama Turkish Maarif Foundation, dengan dukungan Kementerian Perdagangan Republik Turki serta Kedutaan Besar Republik Turki untuk Indonesia.
Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag menyatakan, kemitraan internasional tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat reputasi akademik UIN Ar-Raniry di tingkat global.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri merupakan bagian dari upaya UIN Ar-Raniry menyiapkan diri menuju World University Rankings,” kata Mujiburrahman.
Ia menambahkan, kerja sama internasional memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, serta mobilitas akademik dosen dan mahasiswa.
Menurutnya, aspek-aspek tersebut merupakan indikator utama dalam pemeringkatan universitas dunia.
Adapun ruang lingkup kerja sama antara UIN Ar-Raniry dan ALKU mencakup pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan tenaga akademik, penelitian bersama, bimbingan bersama tugas akhir, hingga pengembangan program magang serta penempatan riset mahasiswa.
Sementara itu, Rektor ALKU Prof. Dr. Kenan Ahmet Turkdogan menyambut baik kerja sama tersebut sebagai peluang untuk memperluas jejaring akademik ALKU di kawasan Asia Tenggara, khususnya dengan perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Forum University-to-University Meeting sendiri dirancang sebagai wadah pertemuan terarah guna mendorong lahirnya kerja sama akademik yang lebih konkret dan berkelanjutan. Sebanyak 25 universitas negeri dan swasta dari Turki dijadwalkan ambil bagian dalam forum tersebut.
CEO Edutolia Education, Ibrahim Albayrak, menyebut forum U2U sebagai instrumen strategis dalam memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Turki yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.
Sejumlah pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan ini, di antaranya Duta Besar Turki untuk Indonesia H.E. Prof. Talip Küçükcan, perwakilan Kemenko PMK RI, Kementerian Agama RI, serta pimpinan perguruan tinggi dari kedua negara.
Delegasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, Kepala Pusat Layanan Internasional UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Phil. Saiful Akmal, M.A., serta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FISIP UIN Ar-Raniry Reza Idria, M.A., Ph.D.[]
