ADVERTISEMENT

IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Berlakukan Trading Halt Sementara

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan pelemahan tajam hingga lebih dari 8 persen, Rabu (28/1/2026), yang memicu pemberlakuan trading halt sementara oleh BEI. [Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto]
Ringkasan Berita
  • BEI memberlakukan trading halt pada pukul 13.43 WIB setelah IHSG turun hingga 8 persen dalam waktu singkat, sesuai ketentuan perdagangan bursa.
  • IHSG melemah hingga 8,56 persen ke level 8.206, dengan tekanan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur, energi, dan bahan baku.
  • Sentimen negatif kebijakan MSCI menjadi pemicu utama pelemahan pasar, termasuk pembekuan penyesuaian indeks dan penundaan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF).

Inisiatif Logo, Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mengambil langkah tegas dengan memberlakukan trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Kebijakan ini diambil menyusul anjloknya IHSG hingga melampaui batas yang ditetapkan dalam regulasi bursa.

Trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham dilakukan pada pukul 13.43.13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan kemudian kembali dibuka pada pukul 14.13.13 waktu JATS, tanpa adanya perubahan jadwal perdagangan harian.

ADVERTISEMENT

BEI menjelaskan, penghentian sementara dilakukan karena IHSG tercatat turun hingga 8 persen dalam waktu kurang dari 30 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 8 persen siang ini,” tulis BEI dalam surat pemberitahuan trading halt, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam keterangannya, BEI menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan menjaga agar aktivitas perdagangan saham tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien. Langkah ini mengacu pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, serta diperkuat melalui Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Berdasarkan pantauan RTI Business, tekanan jual terus berlanjut hingga sesi kedua perdagangan. IHSG tercatat melemah 8,56 persen dan sempat turun ke level 8.206, mencerminkan tekanan besar di hampir seluruh sektor saham.

ADVERTISEMENT

Tim Analis Phintraco Sekuritas mencatat pelemahan terjadi secara merata sejak sesi pertama perdagangan. Beberapa sektor mengalami koreksi paling dalam, di antaranya sektor infrastruktur yang turun 10,19 persen, sektor energi melemah 9,68 persen, serta sektor bahan baku terkoreksi 7,80 persen.

“Melemahnya IHSG secara intraday ini sejalan dengan respons negatif pasar terhadap kebijakan MSCI. Di mana MSCI membekukan sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia,” ujar Tim Phintraco Sekuritas.

Selain itu, MSCI juga disebut menahan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) serta menunda penambahan maupun peningkatan bobot saham Indonesia dalam indeks global mereka. Kondisi tersebut turut memperkuat sentimen negatif di pasar domestik.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak terbatas pada sesi kedua perdagangan.

“Kami memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 8.310–8.350 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” kata Tim Phintraco.

Anjloknya IHSG dan pemberlakuan trading halt ini menjadi perhatian serius pelaku pasar, mengingat volatilitas tinggi berpotensi berlanjut seiring dinamika kebijakan global dan sentimen investor asing terhadap pasar modal Indonesia.[]

Editor : Ikbal Fanika
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup