Distanpan Abdya Libatkan Petani Tangani Hama Wereng di Gampong Mesjid
- Distanpan Aceh Barat Daya melakukan penyemprotan massal di area persawahan Gampong Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, menyusul indikasi serangan hama wereng.
- Kepala Distanpan Abdya, Hendri Yadi, menyebut serangan hama masih terkendali, namun penanganan dini diperlukan agar tidak meluas ke lahan lain.
- Selain penyemprotan, Distanpan menurunkan penyuluh pertanian dan menyalurkan obat pengendali hama serta mengingatkan petani agar menggunakan pestisida sesuai dosis.
, Blangpidie – Upaya pencegahan dini terhadap serangan hama wereng dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dengan menggelar penyemprotan massal di area persawahan Gampong Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan petani setempat dan difokuskan pada sejumlah titik hamparan sawah yang terindikasi terserang hama. Langkah ini diambil untuk menekan potensi penyebaran wereng ke areal persawahan lain di sekitarnya.
Kepala Distanpan Abdya, Hendri Yadi, menyampaikan bahwa intensitas serangan hama saat ini masih dalam kategori terkendali. Meski demikian, intervensi cepat dinilai perlu agar kondisi tanaman padi tetap terjaga hingga masa panen.
“Serangannya masih di beberapa titik dan belum parah. Namun, jika tidak ditangani sejak awal, berisiko meluas ke lahan lainnya,” ucap Hendri.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menurunkan penyuluh pertanian lapangan dan pengamat organisme pengganggu tanaman untuk memastikan jenis hama serta pola penanganan yang tepat di lapangan.
Selain penyemprotan, Distanpan Abdya turut menyalurkan obat pengendali hama wereng dan penyakit blas kepada petani sebagai bagian dari penguatan perlindungan tanaman.
“Dengan penanganan yang tepat, kita optimistis pertumbuhan padi di Desa Mesjid tetap baik dan produksi tidak terganggu,” kata Hendri.
Distanpan Abdya juga mengingatkan petani agar tidak sembarangan menggunakan pestisida. Penggunaan insektisida maupun fungisida yang tidak sesuai dosis, menurut Hendri, dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman dan kualitas malai padi.
“Setelah penyemprotan massal ini, petani diharapkan melakukan pengendalian lanjutan di lahan masing-masing sesuai arahan penyuluh,” pungkasnya.[]
