Dirut IAT Pastikan Seluruh Korban Pesawat ATR PK-THT Dapat Asuransi

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu 17 Januari 2026. [Foto: Basarnas].
Ringkasan Berita
  • Direktur Utama PT Indonesia Air Transport memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR PK-THT berhak menerima asuransi jiwa.
  • Nilai asuransi tidak dipublikasikan karena merupakan hak keluarga korban, sementara perusahaan berkomitmen melakukan evaluasi keselamatan penerbangan.
  • IAT memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban hingga proses identifikasi DVI dan pemulangan jenazah selesai.

Inisiatif Logo, Makasar — Direktur Utama PT Indonesia Air Transport (IAT) Adi Tri Wibowo memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT akan memperoleh hak asuransi jiwa. Pesawat tersebut sebelumnya jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Adi menegaskan, proses pencairan asuransi akan ditangani sepenuhnya oleh pihak asuransi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia memastikan tidak ada korban yang haknya diabaikan.

“Nanti akan kami selesaikan, dari pihak asuransi akan menyelesaikan. Ada, intinya (asuransi jiwa),” ujar Adi usai konferensi pers penutupan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di Kantor Basarnas Makassar, Jumat (23/1/2026) malam.

Meski demikian, Adi enggan membeberkan besaran nilai asuransi yang akan diterima keluarga dari 10 korban meninggal dunia. Menurutnya, nominal tersebut merupakan hak privat keluarga korban dan tidak untuk dipublikasikan ke ruang publik.

“Tidak bisa kami laporkan, dan akan kami tetap (memberikan). Mereka punya hak untuk asuransi itu,” katanya.

Pasca kecelakaan, manajemen PT Indonesia Air Transport memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi manajerial maupun aspek teknis operasional penerbangan. Adi menegaskan bahwa meski evaluasi rutin selama ini telah dilakukan, insiden tersebut menjadi perhatian serius perusahaan.

“Kami selalu melakukan investigasi ke dalam (internal) dan untuk program berikutnya akan kami selalu perhatikan. Khususnya health safety (keselamatan jiwa),” ujarnya.

Seiring dengan ditutupnya operasi SAR, Adi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Ia mengapresiasi kerja Basarnas, TNI, Polri, serta para relawan yang berjibaku di medan berat.

“Alhamdulillah, tadi telah dinyatakan 10 korban sudah ditemukan, dan kami berharap dari hasil DVI nanti akan cocok dan bisa diserahkan kepada pihak keluarga. Dan ada tiga yang telah kami kirim ke pihak keluarga, ke Jakarta,” ungkapnya.

Selain menyerahkan jenazah, pihak perusahaan memastikan pendampingan penuh bagi keluarga korban lainnya hingga seluruh proses identifikasi selesai dan pemulangan jenazah ke daerah masing-masing dapat dilakukan dengan layak.

“Kami bantu semuanya, hingga sampai ke rumah, dan kami berduka cita dan mendoakan seluruh korban, diampuni dosanya. Serta mendapatkan rahmat dan husnul khatimah, sebagai syahid, karena mereka bekerja untuk keluarga,” tutur Adi.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup