Derita Bocah Nias Selatan dalam Cengkeraman Kekerasan Keluarga, Kisahnya Menyayat Hati
Kabar itu menyebar cepat, mengguncang hati warga desa. Bagaimana mungkin keluarga sendiri tega menyiksa darah dagingnya? Bagaimana mungkin seorang anak harus hidup dalam kandang, menanggung luka dan rasa lapar, sementara dunia di luar terus berputar?
Kini, meski ceritanya mulai terdengar, pertanyaan besar masih menggantung: Akankah keadilan benar-benar datang untuknya? Atau kisah ini hanya akan menjadi satu lagi episode tragis yang terlupakan, seperti daun kering yang terinjak-injak di jalanan Nias Selatan?
Di balik senyapnya desa itu, bocah itu masih menunggu—dengan kaki patah, hati yang terluka, dan harapan yang mungkin suatu hari akan pulang, bersama kehangatan yang semestinya ia dapatkan sejak lama.[]
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan saluran WhatsApp Channel
Tutup