ADVERTISEMENT

Dapur MBG Alue Dama Resmi Dibuka, Petani dan Nelayan Lokal Jadi Prioritas

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Alue Dama, Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya, resmi beroperasi dan mendistribusikan ribuan porsi makanan bergizi bagi pelajar, Senin (2/2/2026). [Foto: Fitria Maisir/INISIATIF.CO].
Ringkasan Berita
  • Dapur MBG SPPG Alue Dama di Kecamatan Setia resmi beroperasi untuk melayani pelajar di Blangpidie dan Setia.
  • Setiap hari dapur ini mendistribusikan 2.473 porsi makanan bergizi ke 19 titik layanan.
  • Program MBG turut membuka 51 lapangan kerja dan memprioritaskan bahan pangan lokal Abdya.

Inisiatif Logo, Blangpidie – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Alue Dama, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai beroperasi secara resmi pada Senin, 2 Februari 2026.

Kehadiran dapur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya pelajar di wilayah Blangpidie dan Setia.

ADVERTISEMENT

Dapur MBG SPPG Alue Dama berada di bawah pengelolaan Yayasan Saudagar Rakyat Aceh (SURA) dengan nomor registrasi BGN UGBF3QFX. Fasilitas ini disiapkan untuk melayani ribuan penerima manfaat setiap harinya melalui jaringan layanan yang telah ditetapkan.

Pengelola Dapur MBG SPPG Alue Dama, Muhammad Haris, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat sejak proses perencanaan hingga dapur tersebut mulai beroperasi. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi dan kerja kolektif berbagai unsur.

ADVERTISEMENT

“Ini adalah hasil kerja bersama. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, mulai dari tahap persiapan hingga operasional. Tanpa dukungan dan dedikasi tim, dapur ini tentu tidak akan berjalan seperti sekarang,” tutur Haris, Sabtu (31/1/2026)

Ucapan terima kasih juga disampaikan secara khusus kepada Rahmat selaku Person in Charge (PIC), Said sebagai Kepala SPPG Alue Dama, serta seluruh tim yang terlibat langsung dalam pengelolaan dapur.

ADVERTISEMENT

Dalam operasionalnya, Dapur MBG SPPG Alue Dama mendistribusikan sebanyak 2.473 porsi makanan bergizi setiap hari ke 19 titik layanan yang tersebar di Kecamatan Blangpidie dan Setia.

Selain itu, keberadaan dapur ini turut membuka 51 peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Menurut Haris, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, SPPG Alue Dama berkomitmen menjadikan produk lokal Aceh Barat Daya sebagai prioritas utama dalam penyediaan bahan pangan. Mulai dari beras, cabai, ikan, hingga ayam, seluruhnya diupayakan berasal dari petani, nelayan, dan peternak setempat.

“Dengan memanfaatkan hasil produksi lokal, perputaran ekonomi bisa tetap berada di Abdya. Program ini diharapkan mampu menghidupkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan secara bersamaan,” jelasnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Haris, menegaskan bahwa program makan bergizi gratis tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Aceh, H. Syamsidiq Ibrahim, menyampaikan bahwa Yayasan Saudagar Rakyat Aceh memiliki pengalaman dalam membangun dan mengelola dapur MBG di sejumlah daerah. Menurutnya, komitmen terhadap pemberdayaan sumber daya lokal menjadi prinsip utama yang selalu dijaga.

“Kami memastikan mitra yang terlibat benar-benar memprioritaskan bahan pangan lokal dan tenaga kerja setempat. Tujuannya jelas, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Syamsidiq.

Dari pihak pemerintah daerah, Staf Ahli Bupati Aceh Barat Daya, Jufri S.Ag, MM, yang hadir mewakili Pemkab Abdya, menyampaikan apresiasi atas beroperasinya SPPG Alue Dama. Ia menilai kehadiran dapur MBG merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi masa depan,” ujarnya.

Jufri menekankan pentingnya perhatian terhadap persoalan gizi, khususnya bagi anak dan ibu, karena berdampak langsung pada kualitas pembangunan daerah ke depan. Ia berharap SPPG Alue Dama dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan, serta turut menjadi pusat edukasi gizi bagi masyarakat.

Peresmian Dapur MBG SPPG Alue Dama turut dihadiri Ketua Kadin Abdya, H. Hasrul Hasan, unsur pemerintah daerah, serta sejumlah undangan lainnya. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan santunan anak yatim di Kecamatan Setia sebagai bentuk kepedulian sosial.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup