Wapres Venezuela Tegaskan Nicolas Maduro Masih Presiden Sah
- Wapres Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan Nicolas Maduro masih presiden sah Venezuela.
- AS mengklaim telah melakukan serangan besar-besaran dan menangkap Maduro beserta istrinya.
- Venezuela mendesak rapat darurat Dewan Keamanan PBB dan berencana mengajukan banding internasional.
, Caracas — Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro tetap menjadi satu-satunya presiden sah Venezuela, menyusul klaim Amerika Serikat terkait operasi militer dan penangkapan terhadap kepala negara tersebut.
“Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros,” ujar Rodríguez saat berbicara dalam pertemuan Dewan Pertahanan Venezuela, Sabtu (3/1), sebagaimana disampaikan otoritas setempat.
Rodríguez juga mendesak agar Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, segera dikembalikan ke Caracas. Ia menilai tindakan yang dialami Venezuela berpotensi menjadi preseden berbahaya bagi negara lain di kawasan.
“Kami meminta negara-negara di Tanah Air yang Agung untuk bersatu. Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa diarahkan ke negara mana pun,” kata Rodríguez.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela. Trump mengklaim Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri.
Sejumlah media lokal Venezuela melaporkan ledakan di Caracas dan menyebut operasi tersebut dilakukan oleh unit elit Delta Force. Namun hingga kini, otoritas Venezuela menyatakan belum mengetahui keberadaan Maduro dan meminta AS memberikan bukti bahwa presiden mereka masih hidup.
Menanggapi permintaan tersebut, Trump kemudian menerbitkan sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Nicolas Maduro berada di atas kapal milik AS. Klaim itu menuai kontroversi dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Di tengah ketidakpastian situasi, Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan rencana untuk mengajukan banding ke berbagai organisasi internasional atas tindakan Washington. Pemerintah Venezuela juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera menggelar rapat darurat guna membahas serangan AS ke negara tersebut.[]
