Tinggalkan Tugas Sejak Desember, Bripda Brimob Aceh Mengaku Bergabung dengan Militer Rusia dan Terima Gaji Rp42 Juta per Bulan

Bripda Muhammad Rio (tengah), personel Brimob Polda Aceh, diduga melakukan desersi setelah meninggalkan tugas dan mengaku bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia. [Foto tangkapan layar Tiktok]
Ringkasan Berita
  • Seorang personel Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, diduga melakukan desersi setelah meninggalkan tugas tanpa izin sejak 8 Desember 2025.
  • Dugaan menguat setelah ia mengirim pesan dan video yang mengklaim telah resmi bergabung dengan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.
  • Mabes Polri bersama Polda Aceh tengah menindaklanjuti kasus ini melalui koordinasi internal dan kerja sama internasional.

Inisiatif Logo, Banda Aceh — Seorang personel Korps Brimob Polda Aceh diduga melakukan desersi setelah meninggalkan tugas tanpa izin dan dikabarkan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia. Informasi tersebut kini tengah ditindaklanjuti Mabes Polri melalui koordinasi internal serta kerja sama internasional.

Personel yang dimaksud adalah Bripda Muhammad Rio, yang tercatat tidak hadir melaksanakan apel dan tugas dinas tanpa keterangan sejak Senin, 8 Desember 2025. Hingga kini, yang bersangkutan belum kembali ke kesatuan maupun memberikan izin resmi kepada pimpinan.

Bappenas dan Kemenag Tinjau Kesiapan Pembangunan Smart Kampus UIN Ar-Raniry

Dugaan desersi menguat setelah Bripda Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada sejumlah rekannya pada Rabu, 7 Januari 2026. Pesan tersebut disertai foto dan video yang menunjukkan dirinya berada di luar negeri. Dalam pesan itu, ia mengaku telah resmi bergabung dengan militer Rusia.

“Assalamu’alaikum mohon ijin Komandan mohon maaf atas keputusan saya sudah bulat, saya sudah mendaftar online jadi Tentara Europe sebanyak 5x, USA Army 1x, Germany 2x, Russia 2x,” tulisnya dalam pesan yang beredar.

Dalam lanjutan pesannya, Bripda Rio mengklaim telah diterima sebagai anggota militer Rusia setelah mengikuti serangkaian seleksi. Ia juga menyebut telah memperoleh pangkat serta imbalan finansial.

“Alhamdulillah akhirnya saya lulus menjadi Tentara Russia karena sewaktu ujian interview saya bisa 2 bahasa yaitu English dan Russian dan pangkat saya saat ini Letda, dengan awal bonus yang telah diberikan sebesar 2 juta Rubel = 420 juta Rupiah dan Gaji saya perbulan 210K Rubel = 42 juta rupiah perbulan,”tulisnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, saat ini Bripda Rio disebut berada di Donbass, wilayah Ukraina yang berada di bawah pendudukan pasukan Rusia, dan diklaim berada di garis depan konflik Rusia–Ukraina.

Sementara itu, jajaran Provos Satbrimob Polda Aceh telah melakukan upaya pencarian dengan mendatangi kediaman Bripda Rio pada 24 Desember 2025 dan 6 Januari 2026. Namun, petugas hanya bertemu dengan istrinya dan tidak memperoleh informasi keberadaan yang bersangkutan.

Dalam keterangannya kepada rekan-rekannya, Bripda Rio mengaku diterima oleh Angkatan Bersenjata Rusia karena kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Rusia. Ia juga menyebut telah melakukan persiapan sebelum meninggalkan Indonesia, termasuk mendaftar secara daring ke angkatan bersenjata di sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat, Jerman, dan Rusia.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan desersi tersebut serta menelusuri keabsahan klaim yang disampaikan oleh yang bersangkutan.[]

Editor : Ikbal Fanika
inisiatifberdampak
Tutup