Sepanjang 2025, BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh, Lima Di antaranya Signifikan
- BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat 1.556 gempa bumi terjadi di Aceh dan sekitarnya sepanjang tahun 2025, dengan 75 gempa dirasakan masyarakat.
- Lima gempa dinilai signifikan, terjadi di Aceh Selatan, Sinabang, Aceh Barat Daya, Sabang, dan Simeulue.
- Mayoritas gempa berkekuatan kecil dan tergolong gempa dangkal, dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.
, Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat sebanyak 1.556 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Provinsi Aceh dan sekitarnya sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 75 kejadian gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menyebutkan bahwa dari ratusan gempa yang terjadi, terdapat sejumlah kejadian yang tergolong signifikan dan mendapat perhatian khusus.
“Dari sejumlah kejadian gempa itu, sedikitnya ada 5 kejadian gempa yang signifikan. Diantanya gempa yang terjadi di Sabang, Sinabang, Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya,” ujar Andi Azhar Rusdin, Kamis (1/1/2026).
Andi menjelaskan, gempa signifikan pertama terjadi pada Januari 2025 di Kabupaten Aceh Selatan dengan kekuatan 5,9 magnitudo. Selanjutnya, gempa dengan kekuatan serupa kembali mengguncang Sinabang pada April 2025.
Berselang satu bulan kemudian, tepatnya pada Mei 2025, gempa berkekuatan 5,9 magnitudo kembali terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Rangkaian gempa signifikan berlanjut pada Juli 2025, saat gempa berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang wilayah Sabang.
Gempa signifikan terakhir tercatat terjadi pada November 2025 di Kabupaten Simeulue.
Berdasarkan klasifikasi kekuatan gempa, BMKG mencatat kejadian gempa di Aceh sepanjang 2025 didominasi oleh gempa berkekuatan kecil atau di bawah magnitudo 3 (M<3) sebanyak 1.086 kejadian. Sementara itu, gempa dengan kekuatan 3 hingga 5 magnitudo tercatat sebanyak 451 kejadian, dan gempa dengan magnitudo 5 ke atas sebanyak 19 kejadian.
Dari sisi kedalaman, gempa bumi yang terjadi didominasi oleh gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, yakni sebanyak 1.466 kejadian. Sedangkan gempa berkedalaman menengah, dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer, tercatat sebanyak 90 kejadian.
BMKG menjelaskan, gempa bumi merupakan peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Energi tersebut dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik.
Energi yang dilepaskan kemudian merambat ke segala arah dalam bentuk gelombang gempa, sehingga getarannya dapat dirasakan hingga ke permukaan bumi.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, khususnya yang beredar di media sosial.[]
