Rektor UIN Ar-Raniry: Peran Guru Tetap Tak Tergantikan di Era Teknologi dan AI

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg, memimpin upacara Hari Guru Nasional 2025 di Lapangan Biro Rektorat, Selasa (14/11/2025). {Foto: Dok. Humas UINAR)

Inisiatif Logo, Banda Aceh — Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, menegaskan bahwa peran guru akan tetap menjadi pusat pendidikan meskipun teknologi dan kecerdasan buatan berkembang semakin cepat. Pesan itu disampaikan saat memimpin upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Lapangan Biro Rektorat, Selasa (25/11/2025).

Dalam amanatnya, Rektor membacakan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang menyoroti bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses memanusiakan manusia melalui penanaman akhlak, karakter, dan budi pekerti.

“Sehebat apa pun teknologi, pendidikan tetap membutuhkan sentuhan manusia, empati, dan keteladanan,”ujar Rektor, mengutip pesan Menag.

Prof Mujiburrahman menekankan bahwa guru adalah profesi mulia yang melahirkan profesi lain. Keteladanan seorang guru, katanya, merupakan pilar pembentukan karakter generasi masa depan. Pendidikan juga menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah perjalanan bangsa.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan kembali kisah yang dikutip Menag tentang Kaisar Jepang yang pertama kali menanyakan jumlah guru yang tersisa pasca tragedi bom atom. Kisah tersebut menjadi simbol pentingnya posisi guru dalam membangun kembali peradaban.

HGN tahun ini mengusung tema “Merawat Semesta dengan Cinta”, selaras dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama yang menekankan nilai ekoteologi serta pendidikan berbasis kasih sayang.

Menurut Rektor, guru bukan hanya pengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga penanam nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dalam amanat Menag yang dibacakan, pemerintah disebut terus memperkuat kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik. Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) melonjak tajam, dari 41 ribu pada 2023–2024 menjadi lebih dari 301 ribu peserta pada 2025.

Selain itu, 588 ribu guru telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), dan 52 ribu guru honorer berhasil diangkat menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir.

Menutup amanatnya, Rektor kembali menegaskan pesan Menteri Agama bahwa kualitas pribadi seorang guru menjadi faktor kunci keberhasilan pendidikan nasional.

“Didiklah anak-anak dengan cinta, agar lahir generasi yang mencintai Tuhan, tanah air, dan sesama,”tuturnya[]

Editor : Ikbal Fanika
inisiatifberdampak
Tutup