HUT RI Ke 80

Rekomendasi Mukaddimah Dalam Bahasa Arab, Singkat, Mudah dan Mengesankan

Foto ilustrasi. (Net).

Segala puji bagi Allah yang menganugerahkan ilmu sebagai cahaya petunjuk. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasul yang diutus sebagai rahmat bagi semesta. Selanjutnya…”

Mukaddimah ini cocok untuk makalah, penelitian, atau pidato akademis.

3. Pembukaan dengan Kutipan Umum

إن الحمد لله نحمده ونستعينه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، فمن يهد الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.

(Innal-ḥamda lillāhi naḥmaduhu wa nasta‘īnuh, wa na‘ūdhu billāhi min syurūri anfusinā wa sayyiāti a‘mālinā, fa may yahdillāhu fa lā muḍilla lah, wa may yuḍlil fa lā hādiya lah).

“Sesungguhnya segala puji milik Allah, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan-Nya, tiada yang mampu memberinya petunjuk.”

Mukaddimah ini cocok digunakan dalam pidato atau tulisan yang mengedepankan refleksi diri.

4. Pembukaan dengan Pertanyaan Retoris

أما بعد، فإن الحديث عن [الموضوع] ليُعدُّ من الأمور الجليلة التي تحتاج إلى تبصرة وتذكرة، فكيف لنا أن نغفل عن أهمية هذا الأمر؟

(Ammā ba‘d, fa innal-ḥadītha ‘an [al-mawḍū‘] layu‘addu min al-umūr al-jalīlati allatī taḥtāju ilā tabsiratin wa tadhkirah, fa kayfa lanā an naghfila ‘an ahammiyyati hādhā al-amr?)

“Selanjutnya, pembahasan tentang [topik] termasuk hal penting yang memerlukan perenungan dan pengingatan. Bagaimana mungkin kita mengabaikan urgensi masalah ini?”

Konteks mukaddimah ini cocok untuk esai atau pidato persuasif.

5. Pembukaan Sederhana (Netral)

بدايةً، يسعدني أن أتقدم بالشكر لجميع الحاضرين، وأن أبدأ حديثي عن [الموضوع] الذي يشكل محور نقاشنا اليوم.

(Bidāyatan, yus‘idunī an ataqaddama bish-shukri li jamī‘il-ḥāḍirīn, wa an abda’a ḥadīthī ‘an [al-mawḍū‘] alladhī yushakkilu mihwar nidāqinā al-yawm.)

“Pertama-tama, saya berterima kasih kepada semua yang hadir dan akan memulai pembahasan tentang [topik] yang menjadi fokus diskusi kita hari ini.”

Konteks mukaddimah ini cocok untuk presentasi atau acara non-formal.

Tips Penyesuaian

– Ganti [الموضوع] dengan topik yang relevan.
– Sesuaikan tingkat formalitas bahasa dengan audiens (tambahkan ayat Al-Qur’an atau hadis jika konteks religius).
– Untuk karya tulis, tambahkan tujuan dan struktur mukaddimah setelah pembukaan.[]

Editor : Ikbal Fanika
inisiatifberdampak
Tutup