Polri Tambah 1.500 Personel Perkuat Penanganan Banjir dan Longsor di Aceh

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dedi Prasetyo memimpin apel pemberangkatan personel Polri dalam rangka penanggulangan bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. [Foto: Dok.Polri].
Ringkasan Berita
  • Wakapolri memimpin apel pemberangkatan 1.500 personel Polri untuk penanganan bencana di Sumatera.
  • Penguatan personel difokuskan ke Aceh Tamiang, Aceh Utara, serta wilayah terdampak di Sumut dan Sumbar.
  • Polri juga mengerahkan alat berat, logistik, layanan kesehatan, dan penyediaan air bersih bagi pengungsi.

Inisiatif Logo, Jakarta — Kepolisian Republik Indonesia kembali memperkuat penanganan bencana alam di wilayah Sumatera. Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin apel pemberangkatan personel Polri untuk penanggulangan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Apel digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri sebagai tindak lanjut instruksi Kapolri guna memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana pendukung di wilayah terdampak bencana.

Dalam keterangannya kepada awak media yang dikutip RRI, Sabtu (27/12/2025), Wakapolri menegaskan bahwa apel tersebut merupakan bagian dari rangkaian apel kesiapsiagaan nasional yang sebelumnya juga telah dilaksanakan oleh Kapolri.

“Sesuai dengan perintah Bapak Kapolri, hari ini Polri kembali melaksanakan apel kesiapsiagaan sekaligus apel pemberangkatan personel dalam rangka penanggulangan bencana alam. Ini merupakan komitmen Polri untuk selalu siap merespons secara cepat dan tepat ketika bencana terjadi,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Wakapolri menjelaskan, hasil evaluasi penanganan bencana selama sebulan terakhir menunjukkan perlunya penambahan kekuatan di lapangan. Atas dasar itu, Polri memberangkatkan total 1.500 personel guna memperkuat penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.

“Badan Penanggulangan Bencana juga telah meminta Mabes Polri untuk menambah dua personel batalyon. Secara keseluruhan, hingga akhir tahun ini Polri menyiapkan dan memberangkatkan 1.500 personel untuk penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” jelasnya.

Personel tambahan tersebut difokuskan untuk memperkuat wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara, serta daerah terdampak lainnya di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Penguatan personel direncanakan berlanjut hingga Februari 2026, menyesuaikan dengan dinamika situasi di lapangan.

Menurut Wakapolri, penambahan personel menjadi kebutuhan mendesak mengingat aparat organik di wilayah terdampak telah bertugas hampir satu bulan penuh.

“Secara fisik dan psikologis, rekan-rekan kita di lapangan sudah mengalami tingkat kelelahan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pengiriman personel baru diperlukan agar keberlangsungan dan efektivitas tugas kemanusiaan tetap terjaga,” ujarnya.

Selain pengerahan personel, Polri juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung mitigasi bencana, mulai dari alat berat, sarana distribusi logistik, hingga dukungan penyediaan air bersih. Kapolri, kata Wakapolri, memberikan perhatian khusus pada percepatan pengerahan alat berat serta pembangunan sumur bor di lokasi pengungsian.

“Penggunaan alat berat menjadi prioritas karena pembersihan secara manual membutuhkan waktu lama, sementara kondisi cuaca masih berpotensi hujan dan banjir kembali. Air bersih juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah Aceh Tamiang,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, Polri turut memprioritaskan pelayanan medis bagi warga terdampak, termasuk penyediaan obat-obatan, tenaga kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan anak-anak dan ibu-ibu di pengungsian.

Usai memimpin apel, Wakapolri dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke Medan, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, serta Kabupaten Agam di Sumatera Barat untuk memastikan kesiapan personel dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berjalan optimal.

Menutup arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana pendukung untuk satu bulan ke depan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

“Kehadiran Polri yang bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak merupakan wujud nyata pengabdian kita kepada masyarakat, khususnya dalam situasi bencana dan menjelang bulan suci Ramadan,” pungkasnya

Editor : Ikbal Fanika
inisiatifberdampak
Tutup