PLTG Ladong Dinilai Solusi Utama Atasi Persoalan Listrik di Banda Aceh dan Aceh Besar
, Banda Aceh — Pemadaman listrik berkepanjangan yang melanda Banda Aceh, Aceh Besar, dan sejumlah wilayah di Aceh selama sebulan terakhir memicu banyak keluhan dan kerugian dari masyarakat.
Situasi kian memburuk setelah banjir besar yang melanda Aceh kembali memutus aliran listrik akibat tumbangnya sejumlah tiang gardu.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta PT PLN (Persero) segera menuntaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Ladong yang sudah lama tertunda.
Pembangunan pembangkit berkapasitas total 200 megawatt itu dinilai sangat mendesak untuk memperkuat sistem kelistrikan Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Kondisi pemadaman listrik yang berkepanjangan dan berulang seperti ini tidak bisa disepelekan. PLN harus segera membangun PLTG Ladong untuk penguatan sistem listrik di Banda Aceh, Aceh Besar, dan sekitarnya yang sekaligus sebagai Ibu Kota Provinsi Aceh. Tidak boleh sebuah ibu kota itu mati listrik berkepanjangan,” kata Tuanku Muhammad (Tumad), kepada , Jumat (28/11/2025).
PLTG Ladong tahap awal berkapasitas 50 MW yang dibangun di atas lahan 4,7 hektare telah lama mangkrak. Padahal di lokasi yang sama direncanakan pembangunan lanjutan kapasitas 150 MW. Infrastruktur pendukung seperti Gardu Induk 275 kV dan sistem distribusi 20 kV bahkan sudah selesai dibangun untuk menopang total kapasitas 200 MW.
Investasi proyek ini mencapai Rp1,6 triliun dan merupakan bagian dari program nasional 35.000 MW yang dicanangkan pemerintahan Jokowi–JK dalam visi Indonesia Terang 2019.
Tumad turut menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah. Ia meminta Wali Kota Banda Aceh dan Bupati Aceh Besar untuk segera berkoordinasi dengan Gubernur Aceh mengirimkan surat resmi kepada PLN Pusat agar pembangunan PLTG Ladong diprioritaskan kembali.
“Bupati Aceh Besar dan Wali Kota Banda Aceh bersama Gubernur Aceh harus segera mengambil langkah tegas mendesak PLN Pusat untuk membangun PLTG Ladong. Jika pun tidak bisa berfungsi setiap waktu, minimal saat terjadi pemadaman listrik se-Aceh, Banda Aceh dan Aceh Besar masih tetap menyala karena ada suplai dari PLTG Ladong,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh ini.
Tumad menambahkan bahwa alasan biaya operasional yang mahal tidak seharusnya menjadi penghambat pengaktifan PLTG Ladong. Menurutnya, PLN wajib mencari solusi untuk mengatasi krisis listrik yang terus berulang.
“Aktifkan segera PLTG Ladong minimal seperti genset, agar ketika mati listrik ada suplai cadangannya. Di daerah lain bisa, kenapa Aceh tidak bisa” tegasnya.[]
