PLN Catat 206 Desa di Bener Meriah Kembali Menyala, Pemulihan Listrik Capai 88 Persen

Warga Bener Meriah berjalan kaki untuk mencari bahan pangan [Foto: Dok. Warga Bener Meriah].
Ringkasan Berita
  • PLN mencatat pemulihan kelistrikan di Kabupaten Bener Meriah mencapai 88 persen per 7 Januari 2025 pukul 12.00 WIB.
  • Sebanyak 206 dari 233 desa telah kembali menikmati aliran listrik, dengan lima kecamatan pulih 100 persen.
  • Kecamatan Syiah Utama masih mengalami pemadaman total akibat akses jalan terisolasi oleh longsor.

Inisiatif Logo,Bener Meriah — Proses pemulihan kelistrikan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pascabencana banjir bandang dan tanah longsorterus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Selasa (7/1/2025) pukul 12.00 WIB, PT PLN (Persero) UP3 Lhokseumawe melalui ULP Janarata mencatat rasio pemulihan listrik telah mencapai 88 persen.

Manajer ULP Janarata, Muhammad Arif Fauzy, menyampaikan bahwa dari total 233 desa yang berada di wilayah kerja ULP Janarata, sebanyak 206 desa telah kembali menikmati aliran listrik. Sementara itu, 27 desa lainnya masih mengalami pemadaman akibat dampak langsung bencana alam.

“Kondisi kelistrikan di sejumlah kecamatan utama sudah pulih 100 persen. Namun, kami masih menghadapi kendala akses di beberapa titik rawan longsor,” ujar Muhammad Arif Fauzy.

Berdasarkan data lapangan, terdapat lima kecamatan yang telah pulih sepenuhnya dengan kondisi listrik menyala 100 persen, yakni Kecamatan Bandar, Bukit, Bener Kelipah, Wih Pesam, dan Gajah Putih. Selain itu, PLN memastikan pasokan listrik untuk fasilitas vital, seperti RSUD Muyang Kute dan RSIA Azalia, berada dalam kondisi aman dan berfungsi normal.

Arif Fauzy mengungkapkan bahwa tantangan paling berat saat ini berada di Kecamatan Syiah Utama. Di wilayah tersebut, kelistrikan masih lumpuh total (0 persen) dengan 14 desa terdampak, mulai dari Blang Panu, Rusip, hingga Geruti Jaya.

Kondisi ini disebabkan oleh akses jalan yang masih terisolasi akibat material longsor, sehingga menyulitkan petugas PLN beserta peralatan teknis untuk menjangkau titik-titik gangguan jaringan.

Selain Syiah Utama, beberapa kecamatan lain masih menjalani proses penormalan secara bertahap karena faktor akses dan tingkat kerusakan jaringan. Rinciannya sebagai berikut:

  • Kecamatan Pintu Rime Gayo: 78 persen pulih, dengan lima desa masih padam, termasuk Pantan Sinaku dan Bener Meriah.

  • Kecamatan Mesidah: 80 persen pulih, dengan tiga desa masih padam, termasuk Simpur.

  • Kecamatan Permata: 93 persen pulih, dua desa masih padam, yakni Seni Antara dan Rikit Musara.

  • Kecamatan Timang Gajah: 90 persen pulih, dengan tiga desa masih mengalami pemadaman.

PLN memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mempercepat pembukaan akses jalan. Langkah ini dinilai krusial agar proses perbaikan jaringan distribusi listrik di wilayah yang masih terisolasi, khususnya Kecamatan Syiah Utama, dapat segera dilakukan.

Ringkasan Data Kelistrikan Bener Meriah

(Per 7 Januari 2025, pukul 12.00 WIB)

  • Total Desa: 233

  • Desa Menyala: 206

  • Desa Padam: 27

  • Persentase Pemulihan: 88 persen.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup