PLN Belum Bisa Memastikan Kapan Listrik di Aceh Normal, Pengerjaan Tower Darurat Dikebut
, Banda Aceh — PLN belum bisa memastikan kapan jaringan listrik di Aceh kembali pulih pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda 18 kabupaten kota pada akhir November 2025 lalu.
Sebab, sejumlah menara PLN ikut terkena banjir di sejumlah titik. PLN sudah melakukan pengerjaan pembangunan tower darurat, namun saat ini yang masih menjadi kendala adalah pada pengejaaan tower darurat di jaringan Langsa-Pangkalan Brandan.
“Kami belum bisa memastikan (kapan normal), namun sesuai Arah Presiden Prabowo, ditargetkan dalam minggu ini kelistrikan Aceh kembali pulih,” kata Manajer Komunikasi PLN UID Aceh, Lukman Hakim, kepada wartawan, Senin (15/12/2025).
Lukman mengatakan fokus utama pemulihan saat ini adalah pembangunan menara darurat di ruas Pangkalan Brandan–Langsa untuk mengembalikan interkoneksi listrik Aceh–Sumatera Utara.
“Saat ini pembangunan tower emergingsi sudah pada tahap penarikan kabel di area Pangkalan Brandan dan Langsa. Lokasinya cukup ekstrem dan tadi malam diguyur hujan lebat sehingga menimbulkan lumpur tebal. Ini menjadi tantangan bagi kami dalam memulihkan jaringan listrik,” ujar Lukman.
Ia menjelaskan, distribusi pekerjaan jaringan di wilayah terdampak bencana telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, kendala utama masih terdapat pada pembangunan tower darurat yang sangat krusial untuk pemulihan sistem kelistrikan secara menyeluruh.
“Tower ini dibangun untuk memulihkan interkoneksi Aceh dengan Sumatera Utara. Jika sudah pulih, maka penyalaan PLTU Nagan Raya bisa dilakukan kembali,” katanya.
Menurut Lukman, pasokan listrik dari PLTU Nagan Raya nantinya akan disalurkan ke 23 gardu induk di seluruh kabupaten/kota di Aceh, mencakup 558 penyulang dan sekitar 15 ribu gardu distribusi. Hingga kini, PLN masih menunggu munculnya tower rampungnya di ruas Pangkalan Brandan–Langsa.[]
