HUT RI Ke 80

Pemerintah Luncurkan 21 Proyek Hilirisasi untuk Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan persnya kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (4/3/2025). Foto: BPMI Setpres.

Bahlil menyebutkan bahwa proyek DME akan dikembangkan secara paralel di Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Selain DME, pemerintah juga akan meningkatkan nilai tambah di sektor pertambangan, seperti tembaga, nikel, dan bauksit hingga menjadi alumina. Sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan pun turut menjadi bagian dari prioritas hilirisasi.

Presiden Prabowo telah menetapkan 26 sektor komoditas sebagai prioritas hilirisasi nasional, mencakup mineral, minyak dan gas, perikanan, pertanian, perkebunan, serta kehutanan. Selain memperkuat ketahanan energi dan industri nasional, hilirisasi ini juga diproyeksikan menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

“Ini pasti akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Angka-angkanya akan kami umumkan pada kesempatan lain, tetapi yang jelas, kami menggabungkan antara padat karya dan padat teknologi. Tujuan investasi adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas, menciptakan nilai tambah, dan meningkatkan pendapatan negara serta pertumbuhan ekonomi nasional kita,” kata Bahlil.

Pemerintah pun optimistis bahwa dengan perencanaan matang dan dukungan dari berbagai pihak, proyek-proyek hilirisasi ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.[]

Editor : Ikbal Fanika
inisiatifberdampak
Tutup