Pemerintah Aceh Minta Akses Bantuan Internasional Dibuka
, Banda Aceh — Pemerintah Aceh berharap akses bantuan internasional dapat segera dibuka untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota.
Harapan tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, dalam keterangan resminya, Kamis (11/12/2025).
Muhammad MTA menegaskan bahwa percepatan bantuan dari lembaga internasional sangat memungkinkan dilakukan guna memperkuat penanganan darurat.
Menurutnya, Gubernur Aceh telah berulang kali meminta agar mekanisme pembukaan akses bantuan dapat dipermudah sesuai klasifikasi dan tahapan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Minimal untuk saat ini, NGO-NGO yang fokus pada penanganan kedaruratan bisa segera masuk untuk memperkuat upaya bersama antara Pemerintah Aceh, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, NGO lokal, dan pihak lainnya,” pungkas Muhammad MTA.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh menekankan pentingnya penyampaian informasi yang faktual dan objektif terkait penanganan banjir dan longsor. Muhammad MTA menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen besar terhadap penanganan bencana dengan dua kali turun langsung ke daerah terdampak, yakni Aceh Tenggara dan Bireuen.
“Presiden telah turun langsung melihat kondisi masyarakat. Ini bentuk perhatian besar beliau,” ujarnya.
Ia berharap para pejabat pusat memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada presiden agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. Menurut MTA, akurasi informasi sangat menentukan langkah pemerintah dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.
“Kami sangat berharap seluruh jajaran pejabat pusat memberikan informasi yang faktual dan objektif. Ini penting agar kebijakan presiden tepat sasaran,” katanya.
MTA juga menyinggung polemik sebelumnya terkait pernyataan soal pemulihan listrik dan komunikasi yang dinilai memicu keresahan. Pemerintah Aceh berharap kejadian serupa tidak terulang.
“Pengalaman kemarin memperlihatkan bagaimana kita menghadapi kecaman publik. Hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi jika informasi disampaikan secara akurat,” tegasnya.
Presiden Dijadwalkan Tinjau Titik Terparah
Muhammad MTA menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan kembali ke Aceh hari ini untuk meninjau kawasan paling parah terdampak, khususnya Aceh Tamiang. Presiden juga akan melakukan pemantauan udara ke wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, sebagian masih terisolasi jalur darat.
“Kami melihat kembalinya Presiden kali ini tidak tertutup kemungkinan untuk mendapatkan informasi lebih objektif terkait kondisi Aceh,” ujar MTA.[]
