Pemerintah Aceh Kirim 539 Nakes ke Daerah Terdampak Bencana

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menyampaikan keterangan terkait pengerahan 539 tenaga kesehatan ke sembilan kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, sebagai bagian percepatan pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat. [Foto: Dok. Humas Pemerintah Aceh]

Inisiatif Logo, Banda Aceh  — Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Kesehatan mengerahkan 539 tenaga kesehatan yang tergabung dalam 55 tim ke sembilan kabupaten dan kota terdampak bencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat penyintas bencana.

“Pengiriman tenaga kesehatan ini merupakan bagian percepatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi,” ujar Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, Jumat, (19/12/2025).

Nasir menjelaskan, ratusan tenaga medis tersebut dibagi ke dalam sejumlah cluster tugas strategis dan diperkuat dengan 33 unit Emergency Medical Team (EMT) Terpadu. Tim-tim ini disiagakan untuk menangani kasus darurat di wilayah dengan kondisi paling kritis, mulai dari Pidie Jaya, Bireuen, hingga Aceh Tenggara.

Upaya pemulihan kesehatan, lanjut Nasir, difokuskan pada aktivasi kembali fasilitas pelayanan kesehatan, distribusi obat-obatan, serta pengerahan tenaga medis ke wilayah terdampak. Berdasarkan data terbaru, tercatat 65 rumah sakit dan 309 puskesmas masuk dalam pemantauan pascabencana.

“Sebagian besar fasilitas kesehatan di wilayah terdampak kini telah kembali berfungsi normal untuk melayani masyarakat,” kata Nasir.

Saat ini, 62 rumah sakit dan 279 puskesmas dilaporkan sudah beroperasi penuh.

Ia menegaskan, pemulihan layanan kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar masyarakat terdampak memperoleh penanganan medis secara optimal.

“Pemulihan fungsi layanan kesehatan ini menjadi prioritas utama guna memastikan para penyintas bencana mendapatkan penanganan medis yang memadai,” tambahnya.

Selain pengerahan tenaga medis, Pemerintah Aceh juga menyalurkan bantuan obat-obatan serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan balita, di 13 kabupaten/kota. Wilayah penerima bantuan tersebut meliputi Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, Pidie, dan Aceh Besar.

Untuk memperkuat stok logistik medis, Aceh juga mendapat dukungan pasokan nasional dan internasional berupa 80 koli obat-obatan dari Malaysia. Bantuan tersebut telah didistribusikan ke 18 kabupaten/kota di seluruh Aceh.

“Kita berharap langkah ini dapat mempercepat masa pemulihan kesehatan masyarakat pasca bencana hidrometeorologi di Serambi Mekkah,” tutup Nasir.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup