PEMA Unaya Minta Pemerintah Aceh Perkuat Sistem Informasi Kebencanaan

Rizki Hakiki. [Foto:Dokpri]

Inisiatif Logo, Banda Aceh — Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas Abulyatama mendesak Pemerintah Aceh mempercepat penguatan sistem informasi kebencanaan yang dinilai masih belum optimal dalam memberikan data cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.

Penjabat Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama, Rizki Hakiki, menegaskan bahwa ketersediaan informasi yang terverifikasi dan disampaikan secara real-time sangat penting untuk menjamin keselamatan warga, terutama saat bencana terjadi.

“Kami memahami ada kendala teknis seperti gangguan jaringan dan akses menuju lokasi terdampak. Namun informasi tepat waktu adalah kebutuhan mendesak bagi keluarga korban, relawan, dan masyarakat luas,” kata Rizki dalam keterangan tertulisnya kepada Inisiatif Logo, Sabtu (29/11/2025).

Sebagai bentuk kontribusi akademik, PEMA Unaya mengusulkan pemasangan layar informasi publik berukuran besar di titik-titik strategis, seperti Kantor Gubernur Aceh atau Polda Aceh. Layar tersebut diharapkan menampilkan pembaruan situasi bencana secara real-time, mulai dari data korban, lokasi pengungsian, hingga kebutuhan prioritas di lapangan.

PEMA Unaya juga menyampaikan tiga rekomendasi utama kepada pemerintah, yaitu membangun pusat informasi kebencanaan terpadu yang mampu menyediakan data valid, terbaru, dan mudah diakses publik sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor; kemudian mendorong optimalisasi penggunaan teknologi dalam pemantauan bencana melalui citra satelit, drone, serta sistem komunikasi cepat untuk mempercepat identifikasi wilayah terdampak dan penyebaran informasi; serta menekankan pentingnya transparansi penyaluran bantuan dengan publikasi terbuka terkait alur distribusi, jumlah bantuan, dan mekanisme pendistribusiannya guna meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran

Rizki menambahkan, mahasiswa siap berkolaborasi dengan pemerintah melalui pengumpulan data, penyebaran informasi, hingga terjun sebagai relawan.

“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat adalah kunci penanggulangan bencana yang komprehensif,” ujarnya.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup