Pangkalan Jual LPG 3 Kg di Atas HET, Dirut PT Suria: Siap-Siap Diputusin Kontrak

Petugas melakukan bongkar muat tabung LPG 3 Kg saat Operasi Pasar di kantor Camat Tangan tangan, Aceh Barat Daya, Sabtu (20/12/2025). [Foto: Dok. INISIATIF.CO]

Ringkasan Berita

  • Dirut PT Suria Meukat Gah mengatakan pangkalan LPG 3 Kg di Abdya wajib menjual sesuai HET Rp22.500, pelanggaran akan disanksi hingga pemutusan kerja.

  • Perusahaan membawahi 133 pangkalan di sembilan kecamatan dan mengawasi ketat kepatuhan harga gas subsidi.

  • Operasi pasar LPG digelar bersama Pertamina untuk atasi kelangkaan pascabencana, dengan ribuan tabung disalurkan ke masyarakat.

Inisiatif Logo, Blangpidie — Direktur Utama PT Suria Meukat Gah, Surya Noernikmad, mengingatkan seluruh pangkalan LPG 3 kilogram di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) agar menjual gas subsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dia menegaskan, kepatuhan terhadap HET menjadi kewajiban setiap pangkalan yang berada di bawah naungan perusahaan agen resmi penyalur LPG 3 Kg tersebut.

Pemerintah sebelumnya menetapkan HET LPG 3 kilogram sebesar Rp 22.500 per tabung. Harga tersebut wajib dipatuhi dan dicantumkan secara terbuka melalui papan informasi di setiap pangkalan.

“Setiap pangkalan harus menjual sesuai papan HET yang ditempelkan di pangkalan masing-masing,” kata Surya saat ditemui dalam kegiatan Operasi Pasar LPG 3 kilogram di Kantor Camat Tangan-Tangan, Sabtu (20/12/2025).

Surya menegaskan, pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada pangkalan yang terbukti menjual LPG subsidi di atas harga yang ditentukan. Sanksi tersebut akan diterapkan tanpa pandang bulu.

“Kalau ada yang jual diatas HET, laporkan ke Disperindagkop pak. Kalau dilaporkan ke saya, PHU nanti saya buat pangkalan itu, pemutusan hubungan kerja,” ujarnya tegas.

Pria berusia 73 tahun itu menjelaskan, PT Suria Meukat Gah saat ini membawahi sebanyak 133 pangkalan LPG 3 kilogram yang tersebar di sembilan kecamatan di Abdya. Seluruh pangkalan tersebut bertugas menyalurkan gas subsidi bagi masyarakat.

“Rinciannya, 30 pangkalan di Babahrot, 17 di Kuala Batee, 12 di Jeumpa, 19 di Susoh, 19 di Blangpidie, 8 di Setia, 12 di Tangan-Tangan, 11 di Manggeng, dan 5 di Lembah Sabil,” kata Surya.

Lebih lanjut, Surya mengapresiasi pelaksanaan operasi pasar LPG 3 kilogram yang digelar Pertamina Patra Niaga. Menurut dia, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat yang terdampak keterbatasan pasokan gas pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh.

“Gas yang kita salurkan dalam operasi pasar ini dipasok dari SPBE Meulaboh, Aceh Barat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, operasi pasar tersebut dilaksanakan atas permintaan Bupati Abdya Safaruddin kepada Pertamina Patra Niaga. Tujuannya untuk menekan potensi kelangkaan LPG 3 kilogram di tengah masyarakat.

“Selain kami, ada juga agen lain yang ikut berkontribusi dalam kegiatan OP ini, yakni PT Gah Lhee Kilo dan PT Ujung Raja Kuala Batu,” jelas Surya.

Surya pun menyampaikan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan operasi pasar di tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut, kata dia, mendapat respons positif dari masyarakat.

“Kemarin di Jeumpa, hari ini di Setia, Tangan-Tangan, dan Manggeng. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan alhamdulillah semua berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Dalam setiap kegiatan operasi pasar, PT Suria Meukat Gah mendistribusikan sebanyak 560 tabung LPG 3 kilogram di masing-masing kecamatan. Hingga kini, total 2.240 tabung telah disalurkan ke empat kecamatan tersebut.

“Gas ini diambil dari jatah pangkalan, sehingga kuota mereka kosong. Setelah kondisi kondusif, kuota untuk pangkalan akan kembali normal,” kata Surya.[]

 

Editor : Ikbal Fanika
inisiatifberdampak
Tutup