Orang Tua Balita Bantah Klarifikasi Puskesmas Meukek soal Permintaan Rujukan
, Meukek — Bairuzal, orang tua dari Muhammad Sultan Al Fatih (2), balita yang meninggal dunia usai menjalani perawatan di Puskesmas Meukek, Aceh Selatan, membantah sejumlah poin klarifikasi yang disampaikan pihak dokter puskesmas. Ia menilai keterangan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan peristiwa yang dialami keluarganya.
“Kami merasa perlu meluruskan informasi agar masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya kami alami,” ujar Bairuzal dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).
Bairuzal menuturkan, selama anaknya dirawat, tidak ada pemeriksaan fisik menyeluruh sebagaimana disampaikan pihak puskesmas. Ia menyoroti kondisi telinga kiri anaknya yang mengeluarkan cairan bercampur darah dan nanah, namun disebut tidak diperiksa secara langsung oleh dokter.
“Bagian yang kami keluhkan tidak diperiksa dengan menyentuh atau melihat secara detail,” kata Bairuzal.
Menurutnya, kondisi tersebut telah disampaikan kepada tenaga medis sejak awal perawatan, namun keluarga menilai tidak ada penanganan yang memadai terhadap keluhan tersebut.
Ia juga membantah pernyataan dokter yang menyebut keluarga tidak pernah meminta rujukan ke rumah sakit. Bairuzal menyatakan permintaan rujukan pertama kali disampaikan oleh istrinya, Fajerul Hikmah, kepada dokter pada Kamis, 1 Januari 2026.
“Istri saya meminta agar anak kami dirujuk ke RS Tapaktuan, tapi saat itu tidak ada jawaban dari dokter,” ujarnya.
Permintaan serupa, kata Bairuzal, kembali disampaikan kepada perawat pada Jumat, 2 Januari 2026. Namun perawat disebut menyampaikan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan mengeluarkan surat rujukan tanpa instruksi dokter.
“Perawat mengatakan mereka hanya menjalankan perintah dokter. Kalau dokter bilang obat, mereka beri obat. Kalau dokter bilang suntik, mereka suntik,” tutur Bairuzal mengutip penjelasan perawat.
Masih pada hari yang sama, Bairuzal menyebut seorang perawat kembali mendatangi ruang rawat inap dan menyarankan agar anak mereka dibawa pulang terlebih dahulu.
“Kami disarankan membawa anak pulang, tidak dibawa ke mana-mana, lalu langsung ke UGD RS Tapaktuan dan menemui dokter spesialis anak,” katanya.
Atas saran tersebut, keluarga akhirnya membawa pulang Muhammad Sultan Al Fatih tanpa dibekali surat rujukan resmi dari Puskesmas Meukek, sebelum melanjutkan perjalanan ke RS Tapaktuan.
“Bahkan perawat tersebut membantu istri saya memakaikan kain gendongan anak sebelum kami pulang,” ujar Bairuzal.
Bairuzal berharap klarifikasi dari pihak keluarga dapat dimuat secara berimbang agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
“Kami hanya ingin kebenaran disampaikan secara utuh. Bukan untuk menyudutkan siapa pun, tapi agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama,” katanya.
Sebelumnya, pihak Puskesmas Meukek menyampaikan bahwa pelayanan terhadap pasien telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan menyebut keluarga tidak pernah meminta rujukan.[]
