Masuk Hutan Antar BBM, Warga Nagan Raya Tewas Diterkam Harimau

Ilustrasi harimau. [Foto: istimewa].
Ringkasan Berita
  • Ibnu Hajar (64), warga Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, tewas diduga akibat serangan Harimau Sumatera saat masuk hutan untuk mengantar BBM mesin chainsaw.
  • Korban dinyatakan hilang sejak 4 Januari 2026 dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah pencarian gabungan BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat.
  • Pencarian lanjutan dihentikan karena harimau masih berkeliaran di sekitar lokasi dan dinilai berisiko bagi keselamatan petugas.

Inisiatif Logo, Suka Makmue — Seorang warga Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Ibnu Hajar (64), ditemukan tewas secara mengenaskan setelah diduga menjadi korban serangan Harimau Sumatera di kawasan hutan Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang usai masuk ke dalam hutan untuk mengantar bahan bakar minyak (BBM) bagi mesin chainsaw. Ia pamit kepada rekannya pada Minggu, 4 Januari 2026, sebelum membawa perlengkapan kerja menuju kawasan hutan tersebut.

Namun hingga Senin, 12 Januari 2026, Ibnu Hajar tidak kunjung kembali. Kondisi itu membuat pihak keluarga dan rekan korban resah, hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut dan melakukan pencarian bersama petugas.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat kemudian menyisir kawasan hutan dan menelusuri jalan setapak yang biasa dilalui korban.

Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, mengatakan dalam proses pencarian tim gabungan menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Tak lama berselang, petugas juga menemukan beberapa bagian tubuh manusia di dalam kawasan hutan.

“Bagian tubuh korban saat ini telah dikebumikan oleh pihak keluarga,” kata Irfanda Rinaldi dikutip ANTARA, Selasa (20/1/2026).

Menurut Irfanda, pihak keluarga meyakini bagian tubuh yang ditemukan tersebut merupakan milik Ibnu Hajar. Pencarian pun terus dilanjutkan hingga tim gabungan bersama keluarga kembali menemukan bagian tubuh korban dalam kondisi mengenaskan.

Seluruh bagian tubuh yang berhasil ditemukan kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga.

Namun demikian, upaya pencarian lanjutan terhadap bagian tubuh korban terpaksa dihentikan. Hal ini dilakukan demi keselamatan petugas dan warga yang terlibat dalam pencarian.

“Kalau kita lanjutkan upaya pencarian sangat berisiko, karena harimau masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Irfanda.

Ia mengungkapkan, saat proses pencarian berlangsung, tim gabungan dan masyarakat sempat melihat seekor Harimau Sumatera berada di sekitar lokasi penemuan. Atas pertimbangan tersebut, pencarian dihentikan untuk menghindari terjadinya korban jiwa lainnya.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup