Lubang di Persimpangan Jalan Irian Blangpidie Ancam Keselamatan Pengendara

Kondisi lubang di badan jalan persimpangan Jalan Irian, Blangpidie, Aceh Barat Daya, yang berada di jalur aktif kendaraan dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, Selasa (13/1/2026). [Foto: Fitria Maisir/INS]
Ringkasan Berita
  • Lubang di persimpangan Jalan Irian, Blangpidie, Aceh Barat Daya, berada di jalur aktif kendaraan dan dinilai membahayakan keselamatan pengendara.
  • Hingga Selasa (13/1/2026), belum terdapat rambu peringatan di sekitar lokasi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat hujan.
  • Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan memasang tanda peringatan sementara demi keselamatan pengguna jalan.

Inisiatif Logo, Blangpidie Kerusakan badan jalan kembali menjadi perhatian di pusat Kota Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Sebuah lubang menganga di persimpangan Jalan Irian dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara yang melintas dari arah pusat kota.

Pantauan di lokasi, lubang tersebut berada di sisi kanan jalur belok persimpangan, tepat di lintasan aktif kendaraan. Lokasinya yang berada di area tikungan membuat risiko kecelakaan semakin tinggi, terlebih marka jalan di sekitar titik tersebut tampak mulai memudar.

Meski hanya terdapat satu lubang utama dan satu lubang kecil di sisi kiri jalan, kondisinya tidak bisa dianggap sepele. Persimpangan Jalan Irian merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan bertonase besar.

Pada siang hari, lubang masih terlihat meski sebagian tertutup bayangan bangunan dan pepohonan. Namun, saat arus lalu lintas padat, pengendara kerap tidak memiliki ruang cukup untuk menghindar. Situasi menjadi lebih berbahaya pada malam hari atau saat hujan turun, karena lubang berpotensi tertutup genangan air dan sulit terdeteksi.

Hingga Selasa (13/1/2026), di sekitar lokasi belum ditemukan adanya rambu peringatan maupun tanda darurat. Kondisi ini membuat pengendara, khususnya yang baru pertama melintas, rentan terkejut dan melakukan manuver mendadak.

Sejumlah pengguna jalan mengaku sering terpaksa mengurangi kecepatan secara tiba-tiba ketika mendekati persimpangan tersebut. Bahkan, tidak jarang pengendara harus membanting setang untuk menghindari lubang, situasi yang dinilai berisiko tinggi, terutama saat lalu lintas sedang ramai.

Novi, salah satu warga sekitar, menyebutkan kerusakan di titik tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penanganan serius dari pihak terkait. Padahal, persimpangan Jalan Irian merupakan jalur penghubung sejumlah kawasan penting di Blangpidie yang digunakan masyarakat setiap hari.

“Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan. Selain penambalan jalan, pemasangan rambu peringatan sementara dinilai mendesak untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” ungkapnya.

Menurut Novi, keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas utama. Ia menilai kerusakan kecil seperti lubang di persimpangan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga berujung pada kecelakaan yang lebih serius.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup