Listrik Abdya Hampir Sepekan Blackout, PLN Akui Gardu Induk Blangpidie Belum Terima Tegangan
, Blangpidie – Warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) harus bertahan dalam kondisi tanpa listrik hampir sepekan terakhir. Sejak 9 Desember 2025 pukul 22.27 WIB, aliran listrik di Abdya padam total (blackout) dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera pulih.
PT PLN (Persero) mengakui bahwa hingga saat ini Gardu Induk Blangpidie belum menerima tegangan, sehingga pasokan listrik belum dapat disalurkan kembali ke seluruh wilayah Abdya, termasuk sebagian wilayah Aceh Selatan.
Kepala PLN Aceh Barat Daya, Zafan Bin Affan, mengatakan pemadaman masih terjadi secara menyeluruh karena sistem kelistrikan belum stabil.
“Gardu Induk Blangpidie sampai sekarang belum menerima tegangan. Kondisi listrik masih padam total untuk Kabupaten Aceh Barat Daya dan sebagian Aceh Selatan,” kata Zafan, Sabtu (13/12/2025).
Sebelumnya PLN menargetkan pemulihan pasokan listrik pada 14 Desember, seiring upaya perbaikan sistem kelistrikan Aceh yang masih berlangsung.
“Nanti kami update kembali jika ada informasi terbaru,” ujarnya.
Kegagalan Sinkronisasi Hambat Pemulihan
Dari Banda Aceh, manajemen PLN pusat mengungkap penyebab utama lambannya pemulihan listrik di Aceh, termasuk di Abdya. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengakui adanya kegagalan teknis dalam proses sinkronisasi sistem kelistrikan Aceh.
Menurut Darmawan, upaya pemulihan dilakukan dengan menyalurkan listrik dari pembangkit Arun menuju Banda Aceh, Bireuen hingga Sigli. Namun, sistem mengalami ketidakstabilan saat mencapai Sigli.
“Begitu sampai ke Sigli terjadi ketidakstabilan sistem kelistrikan dari Arun ke Sigli. Sehingga pembangkit tadi malam sempat padam,” ujar Darmawan dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/12/2025).
Masalah bertambah serius setelah jaringan transmisi Langsa–Pangkalan Brandan terputus, yang menyebabkan sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari jaringan utama Sumatera.
“Maka sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari jaringan Sumatera, dari Sumatera Selatan sampai ke Aceh. Itu masih terisolasi,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, PLN menetapkan target pemulihan total listrik Aceh, termasuk Abdya, baru dapat tercapai pada 14 Desember 2025, atau mundur beberapa hari dari rencana awal.
Sebagai langkah darurat, PLN berencana mendatangkan genset dan pembangkit tambahan untuk mengurangi dampak pemadaman, terutama di wilayah perkotaan. Namun, hingga kini Abdya masih mengalami pemadaman total.
Situasi ini berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, usaha kecil, hingga fasilitas kesehatan di Abdya. Warga berharap janji pemulihan listrik pada 14 Desember benar-benar dapat terealisasi setelah hampir sepekan hidup dalam kegelapan.[]
