Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Huni Huntara, Bupati Pastikan Tak Ada Warga Lebaran di Tenda
- Korban banjir Aceh Tamiang resmi mulai menempati hunian sementara (huntara) yang diserahkan langsung oleh Bupati Armia Pahmi.
- Pemkab menargetkan pembersihan lumpur dan pemulihan wilayah selesai sebelum Ramadan agar warga tidak berlebaran di tenda.
- Sebanyak 600 unit huntara disiapkan lengkap dengan fasilitas dasar dan pendukung sosial bagi ratusan kepala keluarga terdampak.
, Aceh Tamiang — Warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang kini mulai menempati hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah. Secara simbolis, penyerahan kunci huntara dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, kepada masyarakat korban banjir, di Kampung Upah, Kecamatan Karang Baru, Kamis (8/1/2026).
Serah terima tersebut menjadi titik balik penting bagi warga yang selama ini hidup dalam kondisi darurat pascabencana banjir besar pada November lalu. Huntara disiapkan sebagai hunian transisi yang aman, layak, dan manusiawi, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih normal sembari menunggu pemulihan permanen.
“Warga yang menghuni huntara ini adalah warga yang kehilangan rumah akibat banjir November lalu. Tidak lama kali kita menyambut Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri. Saya tidak ingin ada warga yang berlebaran di tenda, jadi kita terus berupaya semaksimal mungkin agar mereka mendapatkan hunian yang layak,” ujar Bupati Armia.
Bupati Armia menjelaskan, kondisi Aceh Tamiang saat ini masih dalam tahap pemulihan dan belum sepenuhnya kondusif, terutama akibat sisa lumpur banjir yang masih mengganggu aktivitas warga. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kata dia, tengah melakukan pembersihan secara bertahap dan menargetkan seluruh proses dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Masyarakat Aceh Tamiang tercinta, kita sama-sama berjuang untuk bangkit kembali. Saya akan perjuangkan semua untuk masyarakat Aceh Tamiang,” ucap Armia, membangkitkan semangat warga.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana, khususnya atas percepatan pembangunan huntara yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat terdampak.
“Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Masyarakat sudah lama menunggu hunian yang layak. Distribusi akan dilakukan bertahap, dimulai 100 unit agar proses adaptasi berjalan baik,” kata Armia.
Sementara itu, Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menegaskan bahwa pembangunan huntara tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan fisik semata, melainkan juga pada pemulihan kehidupan sosial warga.
“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan rumah, tetapi bagaimana hunian ini benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali membangun kehidupan,” ujar Rohan.
Huntara yang dibangun dirancang sesuai standar hunian darurat yang aman dan fungsional. Setiap unit dilengkapi akses air bersih, sanitasi yang memadai, listrik, serta dukungan layanan kesehatan. Kawasan huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung sosial, seperti klinik, taman bermain anak, akses internet, dan listrik gratis.
Dengan fasilitas tersebut, warga tidak hanya memperoleh tempat tinggal sementara, tetapi juga lingkungan yang mendukung pemulihan fisik, psikologis, dan sosial pascabencana.
Dari hunian sederhana inilah, proses pemulihan Aceh Tamiang diharapkan terus bergerak secara bertahap namun berkelanjutan, menghadirkan kembali harapan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 600 unit huntara akan dihuni oleh warga terdampak banjir, terdiri atas 154 kepala keluarga (KK) warga Sukajadi, Kecamatan Karang Baru; 179 KK warga Bundar, Kecamatan Karang Baru; 65 KK warga Kampung Kota, Kecamatan Kota Kualasimpang; 65 KK warga Kotalintang, Kecamatan Kota Kualasimpang; serta warga lainnya di sekitar lokasi huntara.[]
