KNPI Abdya Serahkan Sketsa Teuku Ben Mahmud dan Teungku Peukan kepada Ahli Waris

Ahli waris Teuku Ben Mahmud dan Teungku Peukan menerima sketsa wajah para pahlawan Abdya, simbol apresiasi KNPI terhadap perjuangan tokoh-tokoh sejarah daerah. [Foto: Dok. Aris/INISIATIF.CO].

Inisiatif Logo, Blangpidie — Ada momen menarik dalam pelantikan Dewan Pengurus Daerah KNPI Aceh Barat Daya yang digelar di Arena Motel, Blangpidie, Sabtu, (29/11/2025).

Seusai prosesi pelantikan, panitia menghadirkan satu segmen khusus berupa penyerahan sketsa wajah dua pahlawan Aceh Barat Daya, yakni Teuku Ben Mahmud dan Teungku Peukan.

‎Sketsa tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Barat Daya kepada perwakilan ahli waris, Teuku Ilham Apriliansyah sebagai ahli waris Teuku Ben Mahmud dan Muhammad Adam sebagai ahli waris Teungku Peukan.

Penyerahan sketsa ini menjadi bentuk penghormatan KNPI kepada tokoh-tokoh sejarah yang berjasa bagi perjuangan Aceh Barat Daya.

‎Proses pengerjaan sketsa kedua pahlawan tersebut telah dilakukan sejak April 2025. Menurut panitia, perhatian khusus dari KNPI ini sekaligus menjadi dukungan moral bagi upaya pengusulan Teuku Ben Mahmud sebagai Pahlawan Nasional pada tahun mendatang.

‎Dalam kesempatan yang sama, Teuku Ilham Apriliansyah menyampaikan apresiasi kepada KNPI dan Pemerintah Aceh Barat Daya atas penghargaan terhadap jasa para pejuang daerah.

‎“Kami dari pihak keluarga dan ahli waris mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada Teuku Ben Mahmud. Kami juga memohon dukungan dari teman-teman KNPI dan Pemerintah Aceh Barat Daya agar bersama-sama mendukung pengusulan Teuku Ben Mahmud sebagai Pahlawan Nasional dari Provinsi Aceh,” ujar pemuda yang akrab disapa Ampon itu.

‎Acara tersebut turut dihadiri Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Kabupaten (TP2GK) Kabupaten Aceh Barat Daya, Aris Faisal Djamin.

Aris menjelaskan bahwa berkas pengusulan Teuku Ben Mahmud telah diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Aceh, sehingga Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya kini tinggal memperkuat koordinasi untuk proses lanjutan bersama Pemerintah Aceh.

‎“Tahun ini tidak ada pahlawan dari Aceh yang ditetapkan pada 10 November 2025 di Istana Negara. Ini peluang bagi Aceh Barat Daya untuk masuk nominasi tahun depan, yang akan bersaing dengan Aceh Besar dan Pidie Jaya. Karena itu, perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh Barat Daya sangat kami harapkan,” demikian ujar Aris.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup