Kasus Flu di Aceh Meningkat, Masyarakat Dingatkan Pentingnya Pakai Masker
, Lhoseumawe – Di tengah meningkatnya kasus influenza di sejumlah wilayah Aceh, para tenaga kesehatan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak abai terhadap penggunaan masker, terutama bagi mereka yang sedang sakit. Langkah sederhana ini dinilai efektif menekan penularan virus flu yang kini mulai meluas.
Pesan tersebut mengemuka dalam dialog interaktif RRI Pro 1 bertema “Lonjakan Kasus Flu di Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?” yang digelar pada Selasa (4/11/2025).
Sejumlah narasumber dari kalangan medis sepakat bahwa masker bukan hanya simbol pandemi, tetapi bagian penting dari etika kesehatan masyarakat.
Kepala Puskesmas Dewantara, dr. Weldi Junaidi, menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan etika batuk dan pemakaian masker.
“Yang sakit justru harus pakai masker, tapi kesadaran ini masih kurang,” ujarnya.
Menurutnya, banyak pasien datang ke puskesmas tanpa pelindung diri, padahal mereka sedang berada dalam kondisi menular. Kondisi ini, kata Weldi, memperbesar risiko penularan flu kepada pengunjung lain maupun tenaga medis.
Senada dengan itu, dr. Fahrizal, Sp.THT-BKL, selaku Ketua IDI Cabang Lhokseumawe, menegaskan bahwa masker tidak hanya relevan pada masa pandemi COVID-19.
“Virus flu tetap menyebar melalui udara. Masker tetap efektif mencegah penularan,” katanya.
Ia menambahkan, kebiasaan memakai masker perlu dibiasakan kembali, terutama saat berada di ruang publik atau ketika sedang mengalami gejala flu seperti batuk dan pilek.
Sementara itu, dr. Ferianto, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Utara, mengimbau masyarakat agar tidak ragu mengenakan masker ketika merasa tidak enak badan.
“Memakai masker itu bentuk kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan sekitar, agar tidak ikut tertular,” ujarnya.
Selain penggunaan masker, Ferianto juga menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan istirahat cukupsebagai bagian dari upaya sederhana namun efektif mencegah penyebaran flu.
Tenaga kesehatan di berbagai wilayah Aceh terus menggaungkan kampanye pencegahan ini melalui edukasi langsung kepada masyarakat, kegiatan posyandu, media sosial, hingga lintas sektor seperti sekolah dan tempat ibadah.
Penerapan langkah-langkah kecil seperti memakai masker dan menjaga kebersihan diri diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru yang melekat, bukan hanya saat pandemi, melainkan dalam keseharian masyarakat Aceh.[]
