Jembatan Putus dan Akses Terisolasi, Abu Heri Minta Pemkab Gerak Cepat Atasi Banjir Trumon
, Banda Aceh — Anggota DPRA T. Heri Suhadi atau Abu Heri menyampaikan keprihatinan mendalam terkait banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Selatan dan Trumon, Aceh Singkil.
Ia meminta pemerintah kabupaten, Pemerintah Aceh, hingga instansi teknis untuk segera melakukan penanganan darurat secara menyeluruh.
Abu Heri mengatakan banjir yang merendam sejumlah titik di Trumon hingga menyebabkan putusnya jembatan di lintas Trumon–Buloh Seuma dan jembatan Suwak Toben mengakibatkan warga terisolasi dan akses bantuan terganggu.
“Saya sangat prihatin atas musibah banjir yang kembali melanda wilayah Trumon. Putusnya jembatan membuat masyarakat terisolasi dan menghambat aktivitas ekonomi maupun akses bantuan,” kata Abu Heri, Rabu (26/11/2025).
Politisi Partai Aceh itu meminta pemerintah kabupaten dan provinsi segera turun ke lapangan untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk membuka akses sementara dan memastikan evakuasi berjalan aman.
Ia menyoroti kondisi jalan Buloh Seuma–Teupin Tinggi yang rusak dan terendam air, yang menurutnya merupakan satu-satunya akses bagi beberapa desa.
“Ini bukan hanya persoalan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Selain banjir, Abu Heri juga menyoroti longsor besar di kawasan Batu Hitam, Aceh Selatan, yang menutup seluruh badan jalan nasional Tapaktuan–Medan dan menyebabkan ratusan kendaraan terjebak.
Material tanah, batu, serta pohon tumbang dilaporkan menutupi ruas jalan. Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BPJN masih bekerja menggunakan alat berat untuk membuka akses, dengan estimasi pengerjaan sekitar 2–3 jam tergantung kondisi cuaca.
“Kita menghadapi situasi darurat yang memerlukan respons cepat sekaligus mitigasi jangka panjang. Pembukaan akses itu penting, tetapi kestabilan tebing dan jalur evakuasi juga harus diperhatikan agar tidak terjadi longsor susulan,” kata Abu Heri.
Ia meminta pemerintah provinsi dan kabupaten segera memetakan titik rawan longsor di sepanjang jalur perbukitan dan melakukan penguatan tebing serta perbaikan drainase.
Abu Heri menegaskan bahwa putusnya akses Bulohseuma–Trumon dan gangguan pada sejumlah jalan nasional merupakan persoalan serius karena menjadi jalur vital bagi distribusi logistik dan mobilitas warga.
“Pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh harus segera membuka jalur alternatif atau membangun jembatan darurat agar mobilitas tetap berjalan,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah memastikan informasi kondisi jalan disampaikan secara cepat dan akurat kepada warga agar tidak terjadi penumpukan kendaraan atau keterlambatan distribusi bantuan.
Abu Heri juga menyebut bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga berhubungan langsung dengan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama di desa-desa yang masih terisolasi.
Ia meminta BPBD, Dinas PUPR, serta instansi terkait mempercepat evakuasi warga terdampak, memperkuat posko bencana, dan memprioritaskan bantuan logistik.
“Penanganan cepat sangat menentukan keselamatan warga,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat Aceh Selatan, Abu Heri memastikan ia akan terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan penanganan dilakukan maksimal.
“Saya meminta agar semua pihak bergerak cepat. Ini keadaan darurat, dan negara harus hadir sepenuhnya,” tutupnya.[]
