Ini Daftar Proyek Strategis Abdya yang Diajukan Bupati Safaruddin ke PUPR
- Bupati Abdya Safaruddin mengajukan sejumlah proyek strategis kepada Kementerian PUPR untuk percepatan pembangunan infrastruktur daerah.
- Proyek yang diusulkan mencakup akses jalan, sistem pengairan, dan fasilitas pendukung demi keselamatan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
- Kementerian PUPR menyambut positif usulan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi pusat–daerah, khususnya di wilayah rawan bencana.
, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus mengintensifkan upaya percepatan pembangunan infrastruktur. Bupati Abdya Safaruddin secara langsung menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo dalam audiensi di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (14/1/2025).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Abdya dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur dasar yang dinilai krusial bagi peningkatan keselamatan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam audiensi itu, Safaruddin yang didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi, menyampaikan sejumlah usulan proyek prioritas. Usulan tersebut meliputi pembangunan dan peningkatan akses jalan, sistem pengairan, serta fasilitas pendukung lainnya yang berperan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan konektivitas wilayah.
Safaruddin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Abdya tidak semata berbicara soal proyek fisik, melainkan menyangkut aspek keselamatan dan kemanusiaan. Menurutnya, infrastruktur yang memadai menjadi faktor penentu dalam respons cepat penanganan bencana di daerah rawan.
“Infrastruktur yang memadai adalah kunci agar penanganan bencana di lapangan bisa berjalan cepat dan efisien,” ujar Safaruddin di hadapan Menteri PUPR.
Ia menambahkan, kualitas jalan dan sistem pendukung lainnya sangat berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses layanan darurat saat terjadi bencana.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PUPR Dody Hanggodo menyambut positif langkah proaktif yang dilakukan Pemkab Abdya. Ia mengapresiasi pendekatan perencanaan pembangunan yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta pemetaan potensi bencana di wilayah tersebut.
Dody menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana alam.
“Percepatan infrastruktur di daerah rawan bencana memang memerlukan perhatian khusus agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Dody.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya. Melalui dukungan infrastruktur yang memadai, Abdya diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah secara berkelanjutan.[]
