Indonesia Resmi Luncurkan Bank Emas Pertama, Prabowo: Ini Tameng Ekonomi Bangsa
Sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan platform transaksi emas syariah pertama di Asia Tenggara.
“Kami integrasikan prinsip murabahah dan ijarah untuk menghindari spekulasi. Emas bukan lagi alat judi, tapi instrumen investasi yang berkeadilan,” tegas Hery Gunardi, Dirut BSI. Dukungan juga datang dari BRI yang akan memanfaatkan jaringan desanya untuk sosialisasi program hingga ke daerah terpencil.
Dari Cadangan Devisa hingga Industri Hilir
Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Indonesia, produsen 160 ton emas per tahun, selama ini hanya menyimpan 3% cadangan emasnya di dalam negeri. Dengan bank emas, pemerintah targetkan 70% produksi emas nasional akan “ditahan” untuk memperkuat nilai rupiah.
“Ini seperti memiliki gold standard modern. Bank Indonesia bisa menggunakan cadangan ini sebagai jaminan moneter,” jelas Gubernur BI Perry Warjiyo.
Tak hanya itu, industri hilir emas dipacu untuk menyerap tenaga kerja. Dirut BRI Sunarso menyebut, pengembangan kawasan industri pengolahan emas di Kalimantan dan Papua sudah dalam tahap akhir.
“Kita tak hanya jual raw gold, tapi jadi produsen perhiasan, komponen elektronik, bahkan cadangan medis berbasis emas,” ujarnya.
Dalam pidato penutupnya, Presiden Prabowo menyelipkan pesan visioner: “Ini warisan kita untuk Indonesia 2045. Saat genap 100 tahun merdeka, saya ingin anak cucu kita tak lagi melihat emas sebagai barang tambang, tapi sebagai senjata ekonomi yang membuat bangsa ini disegani dunia.”
Acara yang dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini juga mengisyaratkan komitmen keamanan nasional. “Kami akan jaga setiap gram emas Indonesia dengan segenap kemampuan,” tegas Agus.
Dengan langkah ini, Indonesia tak hanya mengejar status sebagai raja emas Asia Tenggara, tapi juga menjawab keraguan tentang kemampuan negara berkembang mengelola sumber daya alam.
“Ini bukti, di tangan anak bangsa yang berani, emas bukan ‘kutukan’, tapi peluru untuk meraih kemandirian!” tegas Prabowo.[]