Ikut Panen Raya Nasional, Lapas Kelas IIB Blangpidie Lampaui Target Produksi Singkong
- Lapas Kelas IIB Blangpidie mengikuti program nasional Panen Raya Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI secara virtual dan serentak di seluruh Indonesia.
- Dari lahan seluas sekitar 600 meter persegi, warga binaan berhasil memanen sekitar 700 kilogram singkong, melampaui target awal 500 kilogram, dan hasil penjualan panen akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
- Program ketahanan pangan dinilai sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan serta upaya menjadikan lapas sebagai ruang pembelajaran dan produktivitas yang berkelanjutan.
, Blangpidie — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ambil bagian dalam program nasional Panen Raya Ketahanan Pangan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI. Kegiatan tersebut digelar secara virtual dan berlangsung serentak di seluruh Indonesia, Kamis (15/1/2025).
Di Abdya, panen raya dipusatkan di area pertanian Lapas Kelas IIB Blangpidie dengan komoditas utama singkong. Berdasarkan hasil panen, total singkong yang berhasil diproduksi mencapai sekitar 700 kilogram, melampaui target awal yang dipatok 500 kilogram.
Hasil panen tersebut rencananya akan dijual, dan dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Panen Raya Ketahanan Pangan Pemasyarakatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melalui sambungan virtual yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat.
Kegiatan di Lapas Blangpidie turut dihadiri Plt Sekda Abdya Amrizal, Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto, perwakilan Dandim 0110/Abdya, Kejaksaan Negeri Abdya, Anggota DPRK Abdya Sardiman, Kepala Kankemenag Abdya Marwan Z, serta jajaran pimpinan lapas dan rumah tahanan se-Aceh.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Yan Rusmanto, mengatakan panen raya ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Lapas Kelas IIB Blangpidie menjadi salah satu satuan kerja di Aceh yang program ketahanan pangannya berjalan baik dan tidak terdampak banjir,” kata Rusmanto.
Ia menyebut capaian panen singkong di Blangpidie melampaui ekspektasi awal. Meski demikian, ia meminta jajaran lapas untuk terus mengembangkan potensi yang ada dan tidak berhenti pada capaian saat ini.
“Lingkungan, dukungan stakeholder, dan kualitas SDM di Lapas Blangpidie sangat potensial. Tinggal bagaimana dikelola dan diberdayakan secara maksimal,” ujarnya.
Rusmanto juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ketahanan pangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie, Akhmad Heru Setiawan, menjelaskan singkong tersebut ditanam di lahan kosong seluas sekitar 600 meter persegi dengan jumlah 500 batang.
“Proses penanaman hingga perawatan dilakukan oleh 15 warga binaan di bawah pengawasan petugas lapas,” jelas Heru.
Menurutnya, program ketahanan pangan menjadi bagian dari pembinaan untuk mengubah paradigma terhadap lembaga pemasyarakatan. Lapas, kata dia, tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengembangan keterampilan.
“Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten dapat menghasilkan produktivitas yang memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain singkong, Lapas Kelas IIB Blangpidie juga mengembangkan tanaman cabai dan bayam brazil. Bahkan, bayam brazil tersebut telah diolah menjadi camilan dan disiapkan sebagai produk unggulan lapas.
“Tahun ini kami juga mulai mengembangkan budidaya ikan lele. Ke depan, kami optimistis akan menghadirkan program ketahanan pangan lain yang lebih variatif,” tutup Heru.[]
