Elon Musk Umumkan Produksi Massal Chip Otak Neuralink, Ini Teknologi dan Manfaatnya
- Neuralink milik Elon Musk akan memulai produksi massal implan otak–komputer untuk memperluas pemanfaatan teknologi bagi penyandang disabilitas.
- Teknologi terbaru memungkinkan pemasangan implan menembus dura mater tanpa mengangkatnya, sehingga lebih aman, cepat, dan minim risiko.
- Uji coba pada pasien lumpuh menunjukkan hasil nyata, termasuk kemampuan bermain gim dan mengendalikan perangkat hanya dengan pikiran.
, Jakarta — Perusahaan rintisan teknologi antarmuka otak–komputer (brain–computer interface/BCI) Neuralink kian melangkah agresif menuju masa depan medis. Setelah beberapa tahun menjalani uji coba terbatas, perusahaan milik Elon Musk itu bersiap memasuki fase baru: produksi massal implan otak–komputer.
CEO Neuralink, Elon Musk, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan produksi dalam skala besar mulai tahun ini. Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas pemanfaatan teknologi BCI, terutama bagi penyandang disabilitas dan individu dengan keterbatasan fisik berat.
Melalui unggahan di platform X, Musk juga menyampaikan visi jangka menengah Neuralink. Ia menargetkan pada 2026, prosedur pemasangan implan dapat dilakukan dengan cara yang jauh lebih sederhana dan hampir sepenuhnya otomatis.
Salah satu terobosan utama yang disiapkan adalah desain implan yang mampu menembus dura mater, lapisan pelindung terluar otak, tanpa perlu mengangkatnya. Dura mater selama ini berfungsi sebagai pelindung penting otak dari infeksi serta cedera fisik.
Dengan teknologi baru tersebut, proses implantasi diharapkan menjadi lebih aman, lebih cepat, dan memiliki risiko medis yang minimal, sekaligus membuka peluang penerapan yang lebih luas di dunia klinis.
Teknologi Neuralink memungkinkan pasien bermain gim video, menjelajah internet, menulis unggahan media sosial, hingga mengendalikan kursor komputer tanpa perlu menggerakkan anggota tubuh. Inovasi ini menghadirkan harapan baru dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas berat.
Pada November lalu, Neuralink mengumumkan telah menanamkan chip otak kepada 12 orang dengan kelumpuhan berat. Pasien pertama, Noland Arbaugh, mengaku implan tersebut memungkinkannya bermain Mario Kart, mengontrol televisi, dan mengoperasikan peralatan rumah tangga hanya dengan pikirannya.
Pengalaman para pasien ini menjadi bukti bahwa teknologi antarmuka otak–komputer bukan lagi sekadar konsep futuristik, melainkan telah memasuki tahap penerapan nyata.
Elon Musk juga menyampaikan keyakinannya bahwa Neuralink memiliki potensi untuk memulihkan fungsi tubuh secara penuh. Menurutnya, teknologi ini dapat menjembatani komunikasi dari korteks otak, melewati saraf yang rusak di area leher atau tulang belakang.
Teknologi korteks motorik Neuralink pertama kali diperkenalkan pada 2022. Chip bernama N1 tersebut dibekali 1.024 elektroda yang terhubung ke otak melalui 64 benang ultra-tipis, memungkinkan transmisi sinyal saraf dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.[]
