Bupati Safaruddin Siap Copot Kepala SKPK yang Absen Kegiatan Daerah
, Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, meluapkan kekecewaan terhadap sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang tidak hadir pada penutupan Pekan Kreativitas Pendidikan Abdya yang dirangkai dengan doa dan zikir bersama di halaman Kantor Bupati, Jumat (28/11/2025).
Di hadapan ratusan masyarakat, pelajar, dan tenaga pendidik yang memenuhi lokasi kegiatan, Safaruddin menegaskan ketidakhadiran pejabat daerah dalam agenda resmi pemerintah merupakan bentuk ketidakdisiplinan yang tidak dapat ditoleransi. Ia bahkan mengancam akan mengevaluasi hingga mengganti pejabat yang mengabaikan perintah.
“Saya sudah perintahkan teman-teman SKPK, Camat dan Keuchik untuk ikut salat berjamaah di pendopo. Saya pastikan saya akan absen. Kalau hari ini saya lihat Camat sudah ada yang tidak hadir, SKPK sudah mulai tidak hadir, siap-siap bisa saya ganti. Kalau saya sudah bicara di atas panggung, itu sebuah perintah. Saya tidak pernah main-main, tidak ada kompromi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sontak mengejutkan sejumlah undangan. Namun menurut Safaruddin, kedisiplinan aparatur adalah fondasi utama tata kelola pemerintahan. Seorang pimpinan SKPK, kata dia, bukan hanya bertugas secara administratif, tetapi juga wajib menjadi teladan dalam kegiatan publik dan urusan yang menyangkut wibawa pemerintah daerah.
Bupati menilai kehadiran pejabat dalam penutupan Pekan Kreativitas Pendidikan yang juga disertai doa dan zikir bersama untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera, bukan sekadar formalitas. Ia menyebut agenda ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus institusional terhadap dunia pendidikan Abdya.
Di balik tegurannya kepada sejumlah SKPK, Safaruddin memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya yang sukses menyelenggarakan Pekan Kreativitas Pendidikan perdana tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan seluruh panitia. Ini uji coba pertama, mudah-mudahan semangat para pelajar semakin tumbuh,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dengan konsep yang lebih berkembang. Menurut Bupati, Pekan Kreativitas Pendidikan tidak hanya bicara perlombaan akademik, tetapi juga wadah untuk menyalurkan kreativitas, inovasi, dan bakat pelajar.
“Harapan kita adalah bagaimana meretas pendidikan Aceh Barat Daya, bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi membentuk generasi terampil, inovatif, dan kreatif,” sambungnya.
Safaruddin juga menekankan pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan sehingga berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pada kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan empati terhadap korban bencana di sejumlah wilayah Aceh. Ia mengapresiasi aksi donasi yang dilakukan peserta kegiatan dan berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban masyarakat terdampak.
“Di tengah duka ini, kita juga menghaturkan rasa empati kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Mudah-mudahan donasi yang kita kumpulkan bisa membantu,” katanya.
Ia juga mengingatkan jajaran pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan laporan BMKG Aceh, terdapat kemungkinan terjadinya bencana dalam beberapa hari ke depan.
“Saya minta para camat untuk selalu siaga. Kita harus siap terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi,” tandasnya.
Kegiatan penutupan Pekan Kreativitas Pendidikan turut dihadiri Wakil Bupati Zaman Akli, perwakilan DPRK, Ketua TP PKK Abdya, unsur TNI/Polri, kejaksaan, dan sejumlah pejabat terkait. Ratusan masyarakat terlihat bertahan di lokasi sejak sore hingga malam untuk mengikuti doa dan zikir bersama.[]
