Bupati Aceh Tengah Angkat Bendera Putih, Akui Tak Mampu Tangani Darurat Bencana

Surat Bupati Aceh Tengah. [Foto: Istimewa].

Inisiatif Logo, Takengon — Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, secara resmi mengeluarkan Surat Pernyataan Ketidakmampuan Upaya Penanganan Darurat Bencana seiring memburuknya kondisi pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Surat bernomor 360/565/BPBD/2025 itu diteken pada Kamis, (27/11/2025).

Keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menetapkan status darurat bencana melalui surat sebelumnya, Nomor 360/3653/BP/2025 tertanggal 26 November 2025. Bencana banjir luapan, banjir bandang, dan tanah longsor yang terjadi selama beberapa hari terakhir menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

Dalam dokumen resmi itu disebutkan, sebanyak 15 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara 3.123 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Pemerintah setempat menyebut jumlah pengungsi berpotensi terus bertambah karena situasi di lapangan masih dinamis dan sebagian wilayah masih terisolasi.

Bupati Haili Yoga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tidak mampu menangani kondisi darurat ini secara maksimal tanpa dukungan pemerintah di tingkat lebih tinggi. Keterbatasan sumber daya, cakupan wilayah terdampak, serta intensitas bencana menjadi alasan utama dikeluarkannya pernyataan tersebut.

“Mengingat kondisi dampak bencana ini, kami selaku Bupati Aceh Tengah menyatakan ketidakmampuan dalam melaksanakan upaya penanganan darurat bencana sebagaimana mestinya,” demikian isi surat tersebut.

Dengan diterbitkannya pernyataan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap penanganan bencana dapat segera diperkuat dengan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat, termasuk pengerahan logistik, tenaga SAR, peralatan berat, hingga pendanaan tambahan untuk percepatan penanganan darurat.

Hingga kini, proses evakuasi, distribusi bantuan, serta pendataan dampak masih terus dilakukan oleh BPBD, TNI/Polri, relawan, dan berbagai unsur masyarakat di Aceh Tengah.

Pemerintah daerah mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan agar tetap waspada mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut beberapa hari ke depan.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup