HUT RI Ke 80

Brain Rot dan Pembatasan Media Sosial pada Anak

Saiful Maarif. (Dokpri).

Bagaimana dengan Indonesia? Kekhawatiran terhadap penggunaan gadget yang pada akhirnya mengarah ke media sosial, jelas didasarkan pada temuan ilmiah terkait. Data berbagai survei telah dengan gamblang tersaji yang menunjukkan tingkat adiksi pada gawai atau internet. Adiksi ini tidak boleh dibiarkan atau kita akan mengalami pembusukan akal atau brain rot.

Pada dasarnya, kita pun sudah melangkah ke arah tersebut dengan melakukan berbagai penjajakan ilmiah, di antaranya dengan menggagas naskah akademik Peta Jalan Perlindungan Indonesia di Internet pada tahun 2017 oleh Kominfo. Dibutuhkan keberanian dan kesadaran lebih lanjut untuk mewujukan perlindungan anak secara online dalam bentuk larangan penggunaan media sosial untuk kalangan umur anak-anak. Dasar ke arah itu sudah pernah dirintis sebelumnya.

*Penulis adalah Saiful Maarif, Asesor SDM Aparatur Kemenag dan Kasubtim Bina Akademik pada PTU Ditjen Pendidikan Islam.

Editor : Redaksi
inisiatifberdampak
Tutup