BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor Susulan di Aceh

BMKG mengimbau masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang masih berpeluang terjadi dan dapat memicu banjir serta tanah longsor susulan. [Foto: Dok. CNN Indonesia].
Ringkasan Berita
  • BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan.
  • Kondisi ini dipicu oleh sirkulasi siklonik di barat Samudera Indonesia yang membentuk belokan angin dan awan hujan di Aceh.
  • Masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan karena tanah jenuh air dan debit sungai masih tinggi.

Inisiatif Logo, Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Provinsi Aceh dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini diperkirakan dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama di daerah yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Anang Heriyanto, M.Si, menjelaskan bahwa hasil pemantauan dinamika atmosfer menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di wilayah sebelah barat Samudera Indonesia atau di sebelah barat Provinsi Aceh.

“Kondisi tersebut membentuk belokan angin di wilayah Aceh yang memicu terbentuknya kumpulan awan hujan. Awan-awan ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari sedang hingga lebat,” kata Anang, Kamis (8/1/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca tiga hari ke depan, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi hampir merata di seluruh wilayah Aceh, termasuk pada hari ini. Sementara itu, wilayah barat selatan Aceh diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat pada 9 dan 10 Januari 2026.

Anang menambahkan, informasi prakiraan cuaca tersebut akan terus diperbarui setiap hari seiring perkembangan kondisi atmosfer yang dinamis.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Hujan dengan intensitas sedang yang terjadi secara terus-menerus masih berpotensi memicu bencana susulan.

“Kondisi tanah saat ini sudah jenuh air, ditambah aliran sungai yang masih tinggi dan sebagian telah meluap. Potensi banjir masih bisa terjadi, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak di sekitar 18 kabupaten di Aceh,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini serta segera melakukan langkah-langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup