Banjir Lhokseumawe-Aceh Utara, Unimal Resmi Liburkan Perkuliahan Dua Hari

UKM SAR Universitas Malikussaleh Bantu Evakuasi Korban Banjir di Aceh Utara. [Foto: Dok. UKM SAR Unimal]

Inisiatif Logo, Lhokseumawe – Universitas Malikussaleh (Unimal) resmi meliburkan seluruh aktivitas perkuliahan selama dua hari, yakni 26–27 November 2025.

Keputusan tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 tentang Libur Darurat Perkuliahan Akibat Cuaca Ekstrem dan Banjir yang melanda Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir.

Kebijakan itu dikeluarkan sebagai respons cepat kampus terhadap tingginya curah hujan yang memicu banjir sejak 23 November 2025, yang berpotensi mengganggu mobilitas dan keselamatan mahasiswa maupun tenaga akademik.

“Sehubungan dengan kondisi cuaca ekstrem sejak 23 November 2025 yang mengakibatkan banjir di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara serta menjaga keselamatan dan kenyamanan sivitas akademika Universitas Malikussaleh (Unimal), dengan ini Rektor menetapkan pengaturan ulang penyelenggaraan perkuliahan,” tulis Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fitra, M.T., IPM., ASEAN.Eng, dalam surat edaran yang ditandatangani secara elektronik pada Selasa (25/11/2026).

Selain kegiatan belajar-mengajar, layanan administrasi akademik juga ditiadakan sementara. Aktivitas itu akan dijadwalkan ulang setelah situasi dinilai aman.

Namun, untuk bagian keamanan kampus, kebijakan libur tidak berlaku. Petugas tetap menjalankan tugas sebagaimana biasanya.

“Khusus untuk pengamanan (security) tidak berlaku libur tersebut dengan tetap menjalankan pengamanan sebagaimana biasanya,” tambah Herman.

Rektor juga meminta pimpinan fakultas, lembaga, dan unit kerja melakukan pemantauan terhadap dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang terdampak banjir. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama serta kesadaran sosial di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Herman mengajak seluruh sivitas akademika untuk saling membantu dan berkoordinasi dengan pihak terkait demi meminimalkan risiko bencana.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup