Anggaran Tanggap Darurat Aceh Dinilai Minim, Hendra Fadli: Berisiko Lambat Tangani Bencana
, Blangpidie — Mantan anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Hendra Fadli, menyoroti kecilnya anggaran tanggap darurat Pemerintah Aceh dalam APBA 2025.
Menurutnya, alokasi dana tersebut tidak sebanding dengan tingginya intensitas bencana di Aceh dalam beberapa bulan terakhir.
Melalui akun Facebook pribadinya, Hendra mengungkapkan kekecewaan sekaligus keprihatinan setelah mengetahui bahwa anggaran tanggap darurat hanya mencapai Rp2,3 miliar, sementara Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dapat digunakan untuk keadaan darurat hanya sebesar Rp3,2 miliar.
“Ya Allah, ternyata anggaran tanggap darurat (APBA 2025) cuma tersedia sebesar 2,3 miliar dan BTT sebesar 3,2 miliar. Dengan kekuatan anggaran sebesar itu tentu sangat kewalahan bagi Pemerintah Aceh untuk bergerak cepat meminimalisir tragedi kemanusiaan dampak dari bencana yang tergolong masif ini,” tulis Hendra, seperti dikutip , Minggu (30/11/2025).
Ia menilai kapasitas fiskal tersebut tidak memadai untuk merespons kondisi Aceh yang dalam beberapa waktu terakhir sering dilanda banjir, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur di sejumlah kabupaten/kota.
Menurut Hendra, keterbatasan anggaran akan berdampak pada lambatnya penanganan bencana, yang pada akhirnya berisiko mengancam keselamatan warga.
Hendra berharap Pemerintah Aceh dapat melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran agar respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Ia juga mengingatkan bahwa kapasitas penanganan bencana yang memadai merupakan hal penting di tengah meningkatnya ancaman hidrometeorologi di Aceh.[]
