Akses Transportasi Aceh Mulai Pulih, BNPB Targetkan Rampung Akhir Desember
- BNPB menyatakan mayoritas jalan dan jembatan terdampak bencana di Aceh sudah kembali fungsional.
- Dari lima jembatan, empat telah beroperasi dan satu masih dalam pengerjaan dengan jalur alternatif.
- Pemerintah menargetkan seluruh pemulihan infrastruktur rampung akhir Desember 2025, termasuk Lintas Tengah.
, Jakarta — Upaya pemulihan infrastruktur transportasi pascabencana di Aceh menunjukkan perkembangan positif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sejumlah ruas jalan dan jembatan utama yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor kini kembali fungsional, sehingga mobilitas warga serta distribusi logistik mulai berjalan lancar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa secara umum progres perbaikan infrastruktur telah berjalan sesuai target yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Memang masih ada beberapa titik, tapi secara keseluruhan progresnya sangat baik dan sesuai dengan target Kementerian PU. Dari lima titik jembatan yang dikerjakan, empat sudah fungsional dan satu titik masih dalam proses pengerjaan,” kata Abdul Muhari saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/12/2025).
Ia menjelaskan, untuk jembatan yang sempat terputus total akibat bencana, saat ini masih terdapat tiga titik yang dalam tahap pengerjaan. Meski demikian, akses transportasi tetap terjaga melalui pengalihan jalur.
“Untuk jembatan terputus memang masih ada tiga yang dikerjakan. Tetapi semuanya sudah fungsional dengan pengalihan jalur,” ujarnya.
Sementara itu, pada jalur strategis Lintas Tengah yang menghubungkan Bireuen, Takengon, Gayo Lues hingga Kutacane, masih ditemukan beberapa titik pekerjaan. BNPB menargetkan seluruh pengerjaan pada jalur tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir Desember 2025.
“Untuk Lintas Tengah masih ada beberapa titik yang dikerjakan. Kita diperingati akhir Desember ini semuanya sudah selesai,” kata Abdul Muhari.
Berdasarkan rekapitulasi Kementerian PU, progres penanganan infrastruktur pascabencana di Aceh telah mendekati target. Penanganan longsor tercatat mencapai 89 persen, longsoran tebing 96 persen, badan jalan 75 persen, serta jalan putus 80 persen.
“Artinya kita semakin dekat dengan target yang sudah ditetapkan, dan seluruh proses masih berjalan sesuai perencanaan. Kita perkirakan akhir Desember ini sektor infrastruktur perhubungan sudah selesai,” tutup Abdul Muhari.
Di sisi lain, Pemerintah Pusat juga terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyebut proses pembangunan sudah berjalan dan terus digenjot.
“Untuk hunian sementara dan hunian tetap sudah mulai berjalan dan terus kita percepat. Tantangan utamanya memang pada penyiapan lahan,” kata Pratikno.
Pemerintah berharap percepatan pemulihan infrastruktur dan penyediaan hunian layak dapat mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.[]
