Aceh Tetapkan Status Darurat Bencana

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan penetapan status darurat dilakukan setelah pemerintah meninjau perkembangan situasi terbaru di berbagai wilayah, Kamis (27/11/2025). [Foto: tangkapan layar]

Inisiatif Logo, Banda Aceh — Pemerintah Provinsi Aceh resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir dan longsor besar yang melanda hampir seluruh kabupaten/kota.

Keputusan tersebut diambil melihat kondisi semakin memburuk, dengan puluhan ribu warga terdampak dan sejumlah infrastruktur strategis ambruk.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan penetapan status darurat dilakukan setelah pemerintah meninjau perkembangan situasi terbaru di berbagai wilayah.

“Saya Gubernur Aceh menetapkan keputusan Gubernur Aceh tentang penetapan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh tahun 2025,” katanya usai rapat paripurna di Gedung DPR Aceh, Kamis (27/11/2025).

Status tanggap darurat tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung 28 November hingga 11 Desember 2025. Dalam periode ini, seluruh instansi terkait di bawah lingkup SKPA digerakkan untuk mempercepat proses penanganan korban serta pemulihan wilayah terdampak.

Bencana hidrometeorologi yang berlangsung sejak pekan lalu telah menyebabkan banjir dan longsor meluas di Aceh. Data sementara menunjukkan 97.384 warga terdampak, dengan 13.174 di antaranya terpaksa mengungsi karena rumah terendam dan akses wilayah terputus.

Tidak hanya merendam pemukiman, banjir juga menyebabkan akses jalan provinsi dan jembatan penghubung antar daerah ambruk, termasuk jalur pesisir timur Aceh menuju Medan, Sumatera Utara.

Gubernur menegaskan, penanganan dimaksimalkan lewat distribusi bantuan, pengiriman tim lapangan, serta upaya pembukaan akses bagi daerah yang masih terisolasi.

“Pemerintah Aceh melalui SKPA terkait telah memberikan bantuan dalam penanganan bencana tersebut,”ujar Mualem.

Hingga kini proses evakuasi korban masih berlangsung di beberapa titik yang sulit dijangkau. Pemerintah Aceh meminta dukungan lintas lembaga untuk percepatan penanganan, terutama logistik dan alat berat di kawasan yang masih terisolasi.

Dengan status darurat yang telah disahkan, alokasi penanganan bencana dipastikan dapat dipercepat melalui jalur kedaruratan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap siaga mengingat potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.[]

Editor : Yurisman
inisiatifberdampak
Tutup